PALU LPMQALAMUN.com – Hannah Asa Indonesia menggelar Seminar Interaktif dengan tema “Smart Financial Journey” yang menghadirkan kolaborasi lintas sektor antara regulator, akademisi, dan praktisi keuangan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, pada Kamis (12/03/2026).
Founder Hannah Asa, Mardiyah, mengungkapkan bahwa pemilihan tema ini didasarkan pada fenomena kemudahan akses layanan keuangan digital yang tidak dibarengi dengan literasi keuangan yang kuat.
“Kami ingin menegaskan bahwa mengelola keuangan adalah sebuah perjalanan belajar yang harus dimulai sejak dini,” ungkapnya.
“Di era digital, akses keuangan sangat mudah, tetapi tanpa pemahaman, kemudahan itu justru bisa menjadi risiko. Generasi muda perlu memiliki fondasi perencanaan yang kuat,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri Kepala OJK Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, Dekan FEB Universitas Tadulako Prof. Wahyuningsih, tim Hannah Asa Indonesia, serta peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.
Mardiyah menjelaskan kegiatan ini dikemas dalam seminar literasi keuangan interaktif yang diisi pemaparan materi, diskusi, dan sesi live financial coaching. Acara ditutup dengan networking dan iftar bersama.
Ia menambahkan bahwa acara berlangsung cukup baik, hanya saja sedikit terkendala dengan keterbatasan waktu.
“Dan secara umum kegiatan berjalan dengan sangat baik. Justru tantangan yang kami hadapi adalah, tingginya antusiasme peserta yang ingin berdiskusi lebih panjang. Ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran generasi muda terhadap literasi keuangan mulai meningkat.” tambahnya.
Terakhir, ia berharap generasi muda membangun kebiasaan mengelola keuangan, karena masa depan finansial ditentukan oleh kemampuan mengelola pendapatan, bukan besarnya penghasilan.
“Karena itu, generasi muda perlu mulai belajar tentang perencanaan keuangan sejak dini, agar mereka tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memiliki kehidupan finansial yang sehat dan berkelanjutan,” harapnya.
Wartawan: Huwairah, Irina, Farabi.







