PALU, LPMQALAMUN.com – Aliansi Gerakan Waktu Indonesia Revolusi (WIR) kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (18/06/2026).
Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang dinilai belum mendapatkan tindak lanjut yang jelas dari pemerintah. Dalam aksi tersebut, massa kembali membawa 13 tuntutan nasional dan 5 tuntutan regional yang dianggap mendesak untuk segera direspons.
Koordinator Lapangan aksi, Galang, mengatakan bahwa persiapan demonstrasi dilakukan melalui konsolidasi serta penggalangan massa dari berbagai organisasi dan kampus yang tergabung dalam aliansi.
“Persiapan aksi dilakukan melalui konsolidasi dan pengumpulan massa. Kami mengajak berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama menyuarakan tuntutan yang kami anggap penting bagi rakyat,” ujarnya.
Ia menegaskan, aksi ini bertujuan mendesak pemerintah agar memberikan perhatian serius dan tindak lanjut terhadap berbagai persoalan yang diangkat oleh massa aksi.
Lebih lanjut, Galang menyampaikan bahwa massa aksi memberikan tenggat waktu selama 10 hari kepada DPRD Sulawesi Tengah untuk meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.
“Jika aspirasi dan tuntutan yang kami bawa tidak mendapat respons yang jelas, maka kami akan kembali turun ke jalan dengan melibatkan lebih banyak elemen mahasiswa dan masyarakat,” tegasnya.
Aksi berlangsung dengan penyampaian orasi secara bergantian serta penegasan sejumlah tuntutan yang dinilai mewakili aspirasi masyarakat. Salah satu isu yang disoroti adalah kenaikan harga BBM dan bahan pokok yang dianggap berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Massa aksi berharap seluruh tuntutan yang disampaikan dapat diterima dan segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Wartawan: Socius, Ajax







