Oleh: Afra’im
Wartawan LPM Qalamun
Terkadang, takdir begitu berat dan hebat
dalam mengalami sebuah proses perjalanan untuk menuju suatu tempat,
menuju kebahagiaan katanya,
Yang telah diatur Sang Pencipta, skenario terbaik di dunia.
Akan tetapi, semuanya akan sia-sia
tanpa ada rasa yang kusebut “asa”,
Harapan yang kuinginkan, cerita untuk berbisik kepada tanah hingga tembus ke langit,
agar mereka bisa mengetahui apa yang telah kuinginkan selama ini.
Sudah cukup waktu terus disalahkan oleh manusia,
yang katanya waktu adalah segalanya untuk bahagia.
Akan tetapi menurutku,
waktu adalah keajaiban yang berasal dari kata kemustahilan, maka kita harus menghargainya selama waktu itu bertahan bersama kita.
Waktu terus menarik ulur takdir,
seakan ingin bermain layangan, dan hujan pun turun di saat aku menjemur pakaian terbaikku, hingga pohon mati pun tak merasakan apa artinya air hujan yang ditumpahkannya.
Sungguh, hebatnya takdir yang tak menentu ini.







