Oleh: Musfira Fahma Amalia
Wartawan LPM Qalamun
Aksara yang menyusuri cakrawala perbandingan
Aku berjalan di simpang jalan pemikiran
Di taman ilmu yang bermekaran
Setiap mazhab bagaikan bunga yang menawan
Berbeda warna, namun menyebarkan satu keharuman
Mereka mungkin tidak selalu sejalan
Tapi tak pernah saling menjatuhkan
Bukan untuk bertentangan
Melainkan mencari hakikat di balik nash Tuhan
Imam Abu Hanifah menimbang dalil dalam timbangan nalar
Imam Malik teguh pada riwayat penduduk Madinah
Imam Syafi’i menyatukan akal dan wahyu dalam bingkai ilmu
Imam Ahmad membiarkan nash berbicara tanpa rekayasa
Mereka berbeda, namun saling melengkapi
Mengajarkan hikmah dalam setiap perjalanan
Maka aku tutup puisi ini dengan keyakinan
Bahwa perbedaan mengantarku pada kebijaksanaan







