Oleh: Novan Afriza
Wartawan LPM Qalamun
Di antara ribuan langkah yang asing,
ada jejak kita yang saling menemukan.
Tak perlu kata untuk mengerti,
sebab diam pun telah menjadi bahasa hati.
Kita adalah tawa yang tak pernah usang,
bahkan saat dunia berubah arah.
Kita adalah bahu yang tak pernah lelah,
menampung cerita, luka, dan rahasia.
Bersama, kita belajar jatuh,
belajar bangkit,
belajar merangkul hari esok
tanpa takut kehilangan.
Meski waktu akan menua,
dan jarak mungkin menjauh,
kenangan kita akan tetap muda—
menjadi cahaya di setiap ingatan.
Sebab kita bukan sekadar teman;
kita adalah rumah,
yang selalu tahu ke mana harus pulang.







