Home KAMPUS ISEMA UIN Datokarama: Masih Berkembang, Menuju Digitalisasi Akademik yang Terpadu

ISEMA UIN Datokarama: Masih Berkembang, Menuju Digitalisasi Akademik yang Terpadu

85
0

PALU, LPMQALAMUN.com – Sistem Informasi Akademik Terpadu (ISEMA) UIN Datokarama Palu terus mengalami pengembangan sejak pertama kali diluncurkan. Sistem ini dirancang sebagai pusat data dan layanan akademik terpadu bagi seluruh sivitas akademika. Namun, dalam penerapannya, masih terdapat sejumlah tantangan dan fitur yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UIN Datokarama Palu, Jafar Sadik, S.Kom., M.T.I., menjelaskan berbagai aspek terkait pengembangan ISEMA, tantangan yang dihadapi, serta rencana jangka panjang pengelolaannya.

Ia menyampaikan bahwa mahasiswa maupun dosen yang mengalami kendala teknis dapat melapor langsung ke unit TIPD.

“Kalau terdapat bug, kesalahan password, atau data yang tidak sesuai, bisa melapor ke TIPD. Gedungnya berada di belakang Gedung FEBI,” jelasnya saat diwawancarai oleh Kru LPM Qalamun, Jumat (17/10/2025).

Terkait sosialisasi penggunaan ISEMA, Jafar mengungkapkan bahwa untuk saat ini belum ada rencana sosialisasi ulang secara massal. Sosialisasi akan kembali dilakukan pada masa penerimaan mahasiswa baru.

“Untuk saat ini belum ada sosialisasi ulang terkait ISEMA. Insyaallah nanti akan diadakan lagi pada saat penerimaan mahasiswa baru,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam penerapan sistem ini terjadi pada tahap awal implementasi, khususnya dalam proses migrasi data dari sistem SIAKAD lama ke ISEMA. Penyesuaian data agar sesuai dengan struktur aplikasi baru membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi.

Selain itu, aspek keamanan data menjadi perhatian serius bagi pengembang. Jafar Sadik menegaskan bahwa pihak kampus telah berupaya maksimal dalam melindungi data akademik dan pribadi pengguna.

“Mengenai peretasan, UIN Palu sudah berusaha semaksimal mungkin melindungi datanya dengan cara tertentu yang tidak bisa dipublikasikan. Kalau dipublikasikan, nanti ketahuan bagaimana cara perlindungannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meskipun tidak ada sistem yang sepenuhnya kebal terhadap serangan siber, akses terhadap data mahasiswa dan dosen dijamin tidak mudah ditembus oleh pihak yang tidak berwenang.

Lebih lanjut, Jafar juga menyoroti masih banyaknya fitur ISEMA yang belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengguna. Ia menilai perlu adanya sosialisasi yang lebih masif agar dosen dan mahasiswa dapat memanfaatkan sistem secara optimal.

“Benar, banyak sekali fitur dalam ISEMA yang belum digunakan. Contoh paling baru adalah fitur LMS (untuk pengumpulan tugas dan ujian) yang sampai sekarang belum banyak digunakan oleh dosen,” katanya.

Sebagai penutup, Jafar berpesan agar sivitas akademika memahami bahwa ISEMA merupakan proyek jangka panjang yang akan terus dikembangkan hingga tahun 2029. Ia mengibaratkan proses ini seperti membangun sebuah pusat perbelanjaan yang diselesaikan secara bertahap.

“ISEMA masih terus dalam tahap pengembangan hingga 2029. Adanya kendala saat penggunaan adalah hal yang wajar. Sama seperti membangun mal, mungkin lantai satu sudah bisa digunakan, sementara lantai dua masih dalam proses pembangunan,” tutupnya.

Saat ini, ISEMA telah memiliki 12 modul aktif dari total 23 modul yang ditargetkan selesai pada tahun 2029. Modul tersebut mencakup layanan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), Learning Management System (LMS), serta modul keuangan dan kepegawaian.

Wartawan Magang: Apollo, Athalia, Irina, Jaye

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here