Oleh : Magfirah
Pengurus Redaksional
Di sebuah desa, di rumah sederhana juga tak mewah itu, cat rumah yang sudah mulai memudar. Di depan rumahnya tumbuh sebuah pohon yang sangar besar sebagai tempat untuk berteduh dan bercerita.
Di pagi hari yang sangat indah, di rumah kecil yang penuh kehangatan dimana hiduplah keluarga yang sangat harmonis. Rumah yang tampak sederhana dimana orang yang pernah memasuki rumah itu banyak menyimpan sesuatu yang sangat berarti dan tak ternilai ialah kehangatan.
Di rumah itu selalu di ramaikan dengan cerita dan canda tawa. Pada malam hari, mereka duduk di teras rumah sambil bercerita dengan sangat gembira di temani dgn secangkir teh hangat. Langit yang sangat cerah di terangi oleh bintang-bintang, anak-anak mereka yang sedang asik bermain di halaman rumah sambil berlari dan tertawa.
Pagi hari, ibu sedang memasak untuk menyiapkan sarapan mereka, ibu menyediakan berbagai macam jenis makanan di meja makan, anak mereka saling berebut lauk sambil tertawa lepas.
“Nak pelan-pelan yah makannya” ujar ibu sambil tersenyum
“Tapi ibu, aku duluan yang makan” ujar sang kakak
” kalau begitu makan lah bersama-sama” jawab ayah sambil tertawa kecil.
Suatu hari turunlah hujan dimana mereka lagi asik bercanda dan tertawa di teras rumah, keluarga yang penuh kehangatan pun sangat bahagia, Karena mereka bisa kumpul bersama . Rumah kecil yang sangat berarti buat mereka,tidak ada kemewahan apapun di dalamnya tetapi selalu ada cinta yang membuat semuanya selalu merasa cukup.
Bagi mereka rumah yang sederhana juga tak mewah itu sangat berarti buat mereka. Mungkin hanya sebuah bangunan kecil,tetapi mereka belajar apa arti dari sebuah keluarga,disanalah sebuah kehangatan itu tumbuh sebagaimana yang mereka harapkan dan tetap bisa untuk tinggal bersama. Mereka juga belajar apa arti dari sebuah rasa syukur,berkecukupan dan bahagia.
Bagi mereka rumah adalah tempat pulang yang penuh dengan kehangatan,cinta dan kasih sayang. Dimana tempat bercerita.







