Home CERPEN Langkah Tak Terhenti

Langkah Tak Terhenti

31
0

Oleh : Zulki Zakaria
Wartawan Magang

Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Dika. Dika memiliki impian sederhana, yaitu untuk menjadi seorang petani sukses. Setiap hari, dia bekerja keras di ladangnya, mengolah tanah dan merawat tanaman dengan penuh kasih. Namun, takdir seolah mencobanya. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat hasil pertaniannya menurun drastis.

Dika tidak putus asa. Dia menghabiskan malam-malamnya membaca buku tentang teknik pertanian modern. Dia belajar tentang irigasi, pemupukan yang baik, dan cara mengatasi hama dengan metode ramah lingkungan. Suatu pagi, setelah berhari-hari memikirkan solusi, Dika memutuskan untuk membuat sistem irigasi sederhana menggunakan pipa bekas dan sumur yang ada di dekat ladangnya.

Dengan semangat yang membara, Dika mengajak tetangga dan teman-temannya untuk membantu. Meski lelah, senyum di wajah mereka bertahan. “Jika kita bekerja sama, kita bisa mengatasi kekeringan ini!” seru Dika. Mereka pun saling membantu, bergotong-royong memasang sistem irigasi.

Langkah demi langkah, usaha mereka mulai membuahkan hasil. Tanaman mulai tumbuh kembali, hijau dan segar. Namun, saat harapan Dika mulai terlihat, badai menghantam desa mereka. Angin kencang dan hujan deras menghancurkan sebagian ladang mereka. Dika merasa putus asa. Semua kerja kerasnya terasa sia-sia.

Di malam yang kelam itu, Dika duduk di depan ladangnya yang hancur. Dia teringat akan janji kepada ibunya, seorang petani yang bekerja keras seumur hidupnya. “Apa pun yang terjadi, anakku, jangan pernah menghianati hasil dari kerja kerasmu,” kata ibunya suatu hari. Tiba-tiba, semangatnya terbakar kembali.

Esok harinya, Dika bangkit. Dia mengumpulkan teman-temannya. “Kita tidak bisa menyerah! Mari kita bersihkan ladang ini dan mulai lagi!” Dengan tekad baru, mereka bersama-sama membersihkan puing-puing dan menanam kembali.

Minggu demi minggu berlalu, dan akhirnya tanaman mulai tumbuh kuat. Saat panen tiba, ladang Dika dipenuhi dengan padi yang berkilau. Dia pun berhasil mengubah hasil kerja kerasnya menjadi beras berkualitas tinggi yang bisa dijajakan. Masyarakat desa mulai melihatnya sebagai panutan, inspirasi bagi petani lainnya.

Di balik kesuksesannya, Dika selalu ingat akan perjuangan dan pelajaran berharga yang dia dapatkan. Dia belajar bahwa hasil yang baik bukan hanya dari keberuntungan, tapi dari kerja keras, ketekunan, dan ketulusan hati. Dia pun mengajarkan generasi muda desa tentang pentingnya tidak menghianati hasil dari setiap usaha.

Cerita Dika menjadi legenda di desa itu, kisah tentang seorang pemuda yang tidak pernah menyerah, yang tidak menghianati setiap tetes keringatnya, dan yang akhirnya meraih impiannya. Dan di setiap panen, Dika selalu mengingat nasihat ibunya, bahwa semua hasil yang dicapai adalah cerminan dari usaha yang tidak pernah surut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here