Oleh: Salsani Septiana
Jurusan: Manajemen Pendidikan Islam
Wartawan LPM Qalamun
Di rumah yang sama aku bertumbuh,
di bawah atap doa yang serupa;
namun rasa tak pernah benar-benar sama,
ada jarak yang tak tertangkap mata.
Saudaraku disambut senyum hangat,
kata lembut mengalir tanpa syarat;
sementara aku belajar diam,
menelan tanya yang tak pernah terjawab.
Bukan iri yang ingin kuteriakkan,
hanya luka kecil yang lama tersimpan.
Mengapa pelukmu terasa jauh,
padahal darah kita satu tubuh?
Aku mencoba memahami waktu,
mencari salah di dalam diriku;
namun hati ini tetap bertanya,
apakah cintaku berbeda nilainya?
Perbedaan itu nyata terasa,
tak tertulis, namun hidup di rasa.
Aku hanya ingin dimengerti,
bukan dibandingkan, bukan diuji.
Jika suatu hari kau menoleh padaku,
lihatlah anak yang juga membutuhkanmu.
Aku tak meminta lebih dari saudara,
hanya cinta yang sama tanpa luka.







