PALU, LPMQALAMUN.com – UIN Datokarama Palu menyambut positif keberlanjutan berbagai program beasiswa untuk mendukung mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu serta menekan angka putus kuliah.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Beasiswa Berani Cerdas, program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang memberikan bantuan biaya pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di daerah tersebut.
Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. H. Faisal Attamimi, S.Ag., M.Fil.I., mengungkapkan bahwa pihak kampus menyambut baik semakin luasnya akses beasiswa sebagai solusi atas kendala biaya studi yang kerap dihadapi mahasiswa.
“Kita dari pihak akademisi sangat bersyukur dengan adanya beasiswa. Semakin banyak beasiswa kan berarti semakin bagus untuk membantu mahasiswa yang biasa menjadi keluhan tidak bisa melanjutkan studi,” ungkapnya saat diwawancarai oleh kru LPM Qalamun, pada Rabu (28/01/2026).
“Dengan adanya beasiswa, berarti ada peluang bagi mereka yang secara ekonomi tidak mampu, tapi punya prestasi untuk bisa berkeinginan kuliah, bisa melanjutkan studinya,” tambahnya.
Selanjutnya, ia menjelaskan dampak akademik yang paling terlihat pada mahasiswa penerima Beasiswa Berani Cerdas, khususnya terhadap peningkatan motivasi belajar dan capaian prestasi akademik.
“Justru dengan adanya beasiswa, maka mahasiswa harus berusaha untuk terus meningkatkan prestasinya. Karena beasiswa itu bisa saja hilang kalau dia tidak bisa mempertahankan prestasinya. Karena setiap penerima mempunyai batas IPK-nya masing-masing. Kalau tidak salah minimal IPK 3,0,” jelasnya.
“Artinya, mahasiswa harus mempertahankan dengan dia harus belajar sungguh-sungguh setelah mendapat beasiswa dan supaya dia bisa diberikan beasiswa seterusnya sampai selesai,” tambahnya.
Kemudian, ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan Beasiswa Berani Cerdas saat ini masih ditangani oleh panitia Berani Cerdas dan akan dialihkan langsung ke pihak kampus.
“Untuk sementara ini beasiswanya masih ditangani langsung oleh panitia Berani Cerdas. Nanti mungkin ke depan baru dialihkan ke kampus secara langsung. Tapi mudah-mudahan dengan dialihkan ke kampus itu sebagaimana beasiswa yang lain juga bisa akan semakin tertib. Sehingga mahasiswa juga bisa terkontrol, siapa yang masih aktif, siapa yang tidak aktif,” jelasnya.
“Itu kita ingatkan karena ini sudah ditangani oleh kampus, makanya mahasiswa itu usahakan supaya jangan sampai tidak aktif. Sebab ketidakaktifannya itu bisa menghilangkan peluang untuk memperoleh beasiswa,” tambahnya.
Terakhir, ia berharap program Beasiswa Berani Cerdas dapat terus berlanjut dan dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa.
“Ya kita berharap agar beasiswa itu kan terus berlangsung ya sepanjang waktu mungkin, bahkan kalau bisa berlangsung dan semakin meningkat. Apa yang dilakukan ini sudah bagus sekali,” harapnya.
“Kita tinggal mendorong mahasiswa agar mencari informasi kemudian mengupayakan untuk mendaftarkan diri karena batasan maksimalnya jadi siapa yang lolos bisa mendapatkannya,” tutupnya.
Wartawan: Huwairah, Alejandra







