Home PUISI Senja & Kita

Senja & Kita

14
0

Oleh: Aprilia Ayu Azhani
Prodi: Hukum Keluarga
Wartawan LPM Qalamun

Senja jatuh perlahan di bahu langit,
membentangkan warna yang tak pernah pelit.
Jingga, merah, dan emas berpelukan mesra,
seolah semesta pun paham cara mencinta.

Aku berdiri di antara cahaya yang redup,
menyebut namamu dalam diam yang hidup.
Matahari turun tanpa suara,
seperti aku yang jatuh cinta, tetap tenang, namun penuh rasa.

Pada detik itu, waktu memilih berhenti,
memberi ruang bagi rindu untuk bernyanyi.
Bayanganmu melekat di cahaya senja,
lebih hangat dari matahari yang segera sirna.

Jika malam adalah takdir yang pasti,
biarlah senja menjadi saksi:
bahwa sebelum gelap menutup pandang,
ada cinta yang menyala, meski perlahan menghilang.

Senja mengajarkanku satu hal sederhana:
cinta tak selalu tentang memiliki selamanya.
Kadang ia hanya singgah sebentar,
namun keindahannya tinggal paling lama dalam ingatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here