Home PUISI Rumah yang Retak

Rumah yang Retak

75
0

Oleh: Syarifatul Awliyah Sahupala
Wartawan LPM Qalamun

Di sudut rumah yang pernah hangat,
Kini retak oleh kata-kata tajam,
Ayah pergi dengan langkah berat,
Ibu menangis di sudut gelap malam.

Anak-anak berdiri di antara puing,
Mimpi mereka tercerai oleh badai,
Tawa dulu kini jadi luka yang menganga,
Hati kecil mencari pelukan yang hilang.

Tapi dari retakan itu, tumbuh kekuatan,
Seperti bunga liar di tanah kering,
Keluarga mungkin patah, tapi jiwa tetap utuh,
Mencari cahaya baru, untuk hari yang lebih cerah.

Di bawah atap yang sama namun tak lagi serupa,
mereka belajar menyebut harapan dengan suara pelan,
menjahit luka dengan sabar dan air mata,
percaya bahwa rumah sejati bukan sekadar dinding,
melainkan kasih yang tetap bertahan meski pernah runtuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here