PALU, LPMQALAMUN.com – Sebanyak 13 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kawasan Indonesia Timur ambil bagian dalam Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni Indonesia Timur (POROS INTIM) IV yang resmi dibuka di UIN Datokarama Palu, pada Senin (6/7/2026).
Seremoni pembukaan Poros Intim IV berlangsung meriah dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Gubernur Sulawesi Tengah, para rektor PTKIN se-Indonesia Timur, jajaran pimpinan perguruan tinggi, pejabat pemerintah daerah, dosen, tenaga kependidikan, serta ratusan mahasiswa peserta.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Datokarama Palu, Dr Prof. Dr. H. Lukman S. Thahir, M.Ag., menegaskan POROS INTIM tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah memperkuat sinergi dan kolaborasi.
“Kami berharap POROS INTIM bukan hanya sekadar mencari siapa yang paling terbaik dari kita, tetapi bagaimana kita mengawal kegiatan ini agar pertumbuhan dan perkembangan PTKIN yang ada di Indonesia Timur tumbuh dan maju secara bersama-sama,” tegasnya.
Prof. Lukman juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Gubernur Sulawesi Tengah, dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pemberian program beasiswa bagi mahasiswa UIN Datokarama Palu.
Dengan kesempatan yang sama Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menilai kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mendorong pembangunan sumber daya manusia.
“Untuk membangun Sulawesi Tengah yang lebih maju ke depan, tidak ada jalan lain selain kita memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Dan untuk mengubah itu, satu-satunya kunci utamanya adalah pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai wilayah di Indonesia Timur tidak hanya memberikan manfaat bagi Sulawesi Tengah, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan kerja sama antarperguruan tinggi keagamaan Islam.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Djamil Muhammad Nur, M.Pfis., mengatakan kegiatan tersebut lahir dari semangat mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kolaborasi antar-PTKIN di kawasan Indonesia Timur.
Menurut Djamil, kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan olahraga, riset, dan seni budaya guna melahirkan mahasiswa yang unggul, inovatif, dan berkarakter.
“Kami meyakini bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui prestasi akademik. Mahasiswa juga perlu memiliki kesehatan jasmani, kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap budaya,” tuturnya.
“Yang membedakan POROS INTIM dari kegiatan serupa adalah semangat kolaborasi. Kami tidak hanya mengejar siapa yang menjadi juara, tetapi juga membangun jejaring kerja sama yang berkelanjutan antarperguruan tinggi,” tambahnya.
Terakhir, Djamil berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama antar-PTKIN di Indonesia Timur serta mendorong lahirnya inovasi yang berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan kawasan.
“Kami berharap peserta kembali ke institusinya masing-masing dengan membawa semangat sportivitas, budaya riset yang semakin kuat, kreativitas dalam berkarya, serta komitmen untuk terus melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa,” harapnya.
Wartawan : Papirus





