Home KAMPUS Bekal Sebelum Terjun, FTIK Matangkan Kesiapan Mahasiswa Hadapi PPL

Bekal Sebelum Terjun, FTIK Matangkan Kesiapan Mahasiswa Hadapi PPL

10
0

PALU, LPMQALAMUN.com – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Datokarama Palu menggelar Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Gedung Auditorium Kampus I UIN Datokarama Palu, pada Rabu (19/08/2026).

Pembekalan tersebut mencakup observasi lingkungan sekolah, etika mahasiswa di lingkungan pendidikan, pengisian log aktivitas, hingga teknis penyusunan perangkat pembelajaran yang akan diberikan pada tahap berikutnya.

Ketua Panitia, Darmawansyah, M.Pd, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran sekaligus bekal kepada mahasiswa sebelum terjun ke sekolah.

“Tujuan dari pembekalan itu bagaimana mahasiswa dibekali materi-materi yang relevan dengan apa yang akan ditemukan nanti di sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya, materi pembekalan disusun berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan panitia terhadap sekolah yang menjadi lokasi PPL. Survei tersebut juga dilakukan untuk mengetahui kurikulum yang diterapkan di masing-masing sekolah.

Ia menjelaskan, sekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam, sementara sekolah di bawah Kementerian Agama menerapkan kurikulum cinta.

“Makanya besok kita hadirkan dua narasumber membahas khusus tentang itu. Tujuannya supaya mahasiswa tahu sebelum turun. Jangan nanti sudah di lapangan, ‘Oh saya tidak pernah diajarkan begitu.’ Itu yang kita tidak inginkan,” jelasnya.

Ia menegaskan seluruh materi dalam pembekalan memiliki keterkaitan dan tidak dapat dipisahkan berdasarkan tingkat kepentingannya.

Menurutnya, materi tersebut dirancang untuk mendukung empat kompetensi mahasiswa, yakni pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

“Tidak ada bahwa materi ini lebih penting dari materi lain. Saya kira fokusnya sama dan saling berkaitan antara materi yang satu dengan materi yang lain,” ujarnya.

Selain materi, pelaksanaan PPL tahun ini juga memiliki perbedaan dalam sistem penilaian dan administrasi. Mahasiswa tidak lagi hanya melakukan pengisian KRS, tetapi diwajibkan mencatat aktivitas selama PPL melalui sistem ISEMA.

Perubahan juga diterapkan pada komposisi penilaian. Nilai dari guru pamong diberikan sebesar 80 persen, sedangkan 20 persen lainnya berasal dari dosen pembimbing yang menilai aspek pelaporan mahasiswa selama menjalankan PPL.

Di sisi lain, ia menyoroti kebutuhan sarana dan prasarana sebagai salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembekalan berikutnya.

Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai sekitar 250 mahasiswa membutuhkan ruangan yang mampu menampung seluruh peserta secara layak.

Terakhir, ia berharap materi pembekalan dapat diterapkan mahasiswa selama PPL, serta fasilitas Kampus II ditingkatkan untuk menunjang kegiatan dengan jumlah peserta besar.

“Tentu harapan kita terkait dengan pembekalan, apa yang kita hadirkan pada pembekalan itu betul-betul dapat diaplikasikan nanti di sekolah,” pungkasnya.

Wartawan: Meladi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here