Home PUISI Sunyi yang Tak Pernah Ia Ceritakan

Sunyi yang Tak Pernah Ia Ceritakan

3
0

Bu

Ada yang berubah dari rumah kita,
bukan tentang dinding atau jendelanya,
melainkan suara-suara yang perlahan menghilang,
menyisakan kau dengan senyum yang tak pernah hilang.

Aku sering melihat senyum di wajahmu,
seolah tak ada luka yang kau pendam,
seolah dunia tak pernah membuatmu lelah.
Padahal aku tahu,
ada sepi yang diam-diam kau sembunyikan
di balik wajah yang selalu berusaha menenangkan.

Aku ingin bertanya,
apa kau lelah, Bu?
Apa kau juga ingin didengar,
seperti selama ini kau mendengarkan kami?

Namun entah mengapa,
setiap kata yang ingin kusampaikan
selalu tertahan di ujung lidah,
kalah oleh canggung yang tak mampu kujelaskan.

Aku hanya bisa diam,
pura-pura tak melihat,
sementara di balik diamku,
aku berharap
senyummu tak perlu lagi kau paksakan.

Maaf, Bu,
aku belum pandai mengungkapkan sayang.
Aku hanya anakmu,
yang belum pandai meredakan sunyi,
yang masih canggung memelukmu,
dan belum mampu mengungkapkan betapa aku menyayangimu.

Ada banyak hal yang ingin kuberikan kepadamu, Bu,
bukan sekadar hadiah atau kata-kata indah,
melainkan hari-hari yang membuatmu bahagia,
dan alasan untuk tersenyum
tanpa harus menyembunyikan lelahmu.

Aku ingin menjadi bagian dari bahagiamu,
seperti kau yang selalu berusaha
menjadi alasan di balik bahagia kami.

Namun untuk saat ini,
aku masih belajar menemukan cara
untuk mengatakan bahwa aku menyayangimu,
dan semoga sebelum waktu mengubah segalanya,
aku sudah mampu memberimu bahagia
yang selama ini kau usahakan untuk kami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here