Home OPINI Setiap Hari Adalah Hari Kasih Sayang

Setiap Hari Adalah Hari Kasih Sayang

306
0

Oleh: Nur Syam Solehah
Wartawan LPM Qalamun

Kata seorang anak IPS, cinta adalah sejarah, serpihan waktu yang menyatu menjadi kisah yang tak pernah sirna. Kata seorang anak IPA, cinta adalah reaksi kimia yang rumit untuk dijelaskan, namun tak bisa dinafikan.

Lalu, apa itu cinta?! Apakah ia hanyalah sebatas coklat dan bunga yang diperoleh dari toko-toko, bahkan menjelang tanggal 14 Februari sering kali dijual dengan diskon? Ataukah ia berupa ucapan manis yang diselubungi hawa nafsu? Jika demikian, apakah mereka yang tidak merasakan manisnya coklat, harumnya bunga, serta rayuan sang pujangga dianggap tidak mendapatkan kasih sayang dan cinta?

Tentu tidak. Cinta jauh lebih berarti. Ia adalah anugerah terindah yang dirasakan makhluk bumi dari Sang Pemilik Cinta.

Pada dasarnya, cinta memang suci. Namun, tindakan seseorang dalam menyikapi cinta-lah yang mengubah esensinya. Cinta tidak pernah salah, tetapi cara kita menyikapinya terkadang membuat cinta terasa salah.

Lantas, seberapa hebat cinta itu berpengaruh pada manusia?
Karena cintanya pada Laila, Qais menjadi gila.
Karena berpisah dengan orang yang begitu dicintainya, Nabi Yakub menjadi buta.
Karena terlalu mencintai dirinya sendiri, Firaun menjadi binasa.

Pada akhirnya, pilihan kita-lah yang menentukan apakah kita ingin rapuh bersama cinta atau tumbuh menjadi lebih baik karena cinta.

Saat ini, ada satu hal yang sangat memengaruhi pola pikir generasi kita, bukan hanya dalam hal cinta, tetapi juga dalam banyak aspek kehidupan. Apalagi kalau bukan standar TikTok? Kita tidak asing lagi dengan istilah-istilah seperti boyfriend material, couple goals, dan banyak istilah lainnya. Bahkan, tren TikTok bersama pasangan pun terlihat begitu manis di mata kawula muda. Tanpa disadari, banyak generasi muda yang pemikirannya menjadi sempit karena standar TikTok.

Padahal, cinta itu sangat melekat dalam kehidupan. Ada banyak bentuk cinta yang kita tidak sadari atau bahkan sepelekan. Percayalah, cinta selalu ada setiap hari.

Kehadiran keluarga yang selalu ada saat kita terpuruk dan menyemangati kita saat sedang berjuang, teman-teman yang mendukung usaha dan mimpi-mimpi kita, guru dan rekan yang memberikan motivasi serta arahan—tidakkah semua tindakan mereka juga merupakan kasih sayang?

Kita memang tidak menyadarinya bukan karena tuli, melainkan karena cinta tidak selalu berbunyi. Kita sering lupa pada Sang Pemilik Cinta, yang telah menciptakan kasih sayang antara kita dan orang-orang di sekitar kita. Terkadang, kita juga lupa untuk mensyukuri hal-hal kecil dalam hidup.

Pernahkah kita berpikir, meskipun telah melakukan kesalahan yang banyak dan fatal, kita masih bisa membuka mata esok harinya? Bukankah itu bukti kasih sayang Sang Pemilik Cinta? Atau, pernahkah kita terpana melihat keindahan senja di pesisir pantai? Bukankah itu juga wujud cinta-Nya kepada kita?

Meskipun cinta-Nya adalah cinta yang paling hebat, Ia juga merupakan cinta yang paling sering terlupakan oleh manusia. Maka dari itu, kita harus sadar bahwa kita adalah orang yang dicintai dan disayangi.

Valentine bukanlah hari kasih sayang, karena setiap hari adalah hari kasih sayang. Jangan lupa untuk tetap mencintai diri sendiri, karena kamu cuma ada satu di dunia ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here