Home PUISI Di Balik Senyum Anak Tengah

Di Balik Senyum Anak Tengah

152
0

Oleh: Nur Fatia
Wartawan LPM Qalamun

Gadis itu,
berusaha memeluk dirinya sendiri.
Isak tangis ia telan setengah mati,
membisikkan kata tenang
kepada jiwa yang terluka berkali-kali.

Aku adalah ceria
yang bersembunyi di balik sunyi.
Aku adalah cahaya
yang meredup bersama redupnya hari.

Saat duniaku runtuh, aku sadar,
bahwa aku anak tengah—
perempuan yang kadang terlupa,
namun tetap berdiri di antara dua jiwa:
menjadi adik bagi kakaknya,
menjadi kakak bagi adiknya.

Aku belajar tersenyum
meski hati sering retak,
belajar kuat
meski rapuh tak terbilang.

Dan meski peluk ayah tak ada,
meski genggam ibu tak selalu bersama,
aku tahu, aku adalah jembatan
yang menghubungkan kasih di tengah keluarga.

Maka biarlah sembab ini jadi rahasia,
biarlah tangis ini hanya bahasa jiwa.
Sebab aku,
anak tengah perempuan,
diciptakan untuk bertahan,
diciptakan untuk tetap kuat—
meski sering merasa sendirian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here