Home OPINI Apakah Bank Syariah Benar-Benar Sesuai dengan Prinsip Syariah?

Apakah Bank Syariah Benar-Benar Sesuai dengan Prinsip Syariah?

138
0

Oleh: Anggi Angreani
Wartawan LPM Qalamun

Menurut saya, bank syariah pada dasarnya dibentuk untuk menjalankan sistem keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Namun, apakah bank syariah benar-benar sudah 100% sesuai syariah? Itu masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

Dari segi prinsip, bank syariah sudah menghindari riba, gharar (ketidakjelasan), dan maisir (spekulasi), serta menggunakan akad-akad seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, ijarah, dan lainnya. Di atas kertas, hal ini tentu sejalan dengan ajaran Islam.

Namun, dalam praktiknya saya melihat masih ada tantangan. Misalnya, ada yang menilai bahwa sebagian akad hanya “dibungkus” secara syariah, tetapi sebenarnya masih mirip dengan sistem bunga. Ada pula kritik bahwa bank syariah terlalu mirip dengan bank konvensional, hanya berbeda istilah.

Meskipun begitu, saya tetap percaya bahwa bank syariah adalah langkah maju. Yang penting, terus ada pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah, transparansi kepada nasabah, dan evaluasi berkala agar bank syariah benar-benar mencerminkan nilai-nilai Islam secara menyeluruh—tidak hanya dalam akad, tetapi juga dalam niat dan praktiknya.

Selain itu, kehadiran bank syariah di tengah sistem perbankan Indonesia memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi keuangan tanpa melanggar prinsip-prinsip Islam. Misalnya, dalam pembiayaan syariah digunakan akad-akad seperti murabahah (jual beli), musyarakah (kerja sama modal), atau ijarah (sewa). Hal ini berbeda dengan bank konvensional yang menggunakan sistem bunga. Dengan begitu, sistem keuangan syariah mampu berjalan beriringan dengan sistem konvensional selama ada regulasi dan pengawasan yang jelas.

Tidak hanya dari sisi layanan, bank-bank syariah juga mulai berinovasi dalam digitalisasi perbankan agar tidak tertinggal dari bank konvensional. Mereka menyediakan layanan mobile banking syariah, QRIS berbasis syariah, hingga edukasi literasi keuangan Islami. Ini merupakan bentuk adaptasi dan respons terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah.

Jadi, menurut saya, bank syariah bisa terus berkembang asalkan tetap menjaga integritas syariahnya dan aktif menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat modern.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here