PALU, LPMQALAMUN.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Qalamun UIN Datokarama Palu berkolaborasi dengan LPM Nasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film Pesta Babi di Sanz Coffee, Jalan Datu Pamusu, pada Minggu (7/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yakni Presiden Mahasiswa UIN Datokarama Palu, Moh. Ridwan F. Suleman, dan pegiat literasi, Ilham Januari.
Direktur LPM Qalamun, Luli Afianti, mengatakan film Pesta Babi mengangkat persoalan masyarakat Papua yang dinilai masih relevan dengan kondisi saat ini karena berkaitan dengan realitas sosial yang dialami masyarakat.
Menurutnya, isu yang diangkat tidak hanya terjadi di Papua, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan mampu mendorong lahirnya tindakan nyata.
“Salah satunya melalui pemberitaan dan penyampaian informasi kepada masyarakat terkait berbagai persoalan yang terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan LPM Nasional FISIP Untad, Muh. Nabil Makarim, menilai film Pesta Babi menjadi ruang refleksi terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat Papua, termasuk posisi penting babi dalam kehidupan adat setempat.
“Masyarakat Papua menjadikan babi sebagai simbol penting dalam adat dan budaya mereka. Film ini menghadirkan berbagai pertanyaan dan refleksi yang perlu didiskusikan lebih jauh,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga fokus dalam forum diskusi agar pembahasan tetap kontekstual dan menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap isu yang diangkat.
Menurutnya, kegiatan nobar dan diskusi tersebut mampu mendorong kesadaran kritis mahasiswa melalui dialog interaktif yang melibatkan berbagai organisasi kemahasiswaan dan masyarakat sipil.
“Respons publik tentu beragam. Ada yang setuju dan ada yang tidak. Itu tergantung bagaimana setiap individu melihat persoalan yang dibahas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, LPM Qalamun dan LPM Nasional berharap mahasiswa semakin kritis dalam membaca realitas sosial, membangun budaya diskusi yang sehat, serta berkontribusi dalam menyuarakan isu kemanusiaan melalui literasi dan jurnalisme.
Wartawan: Ajax, Alejandra







