PALU, LPMQALAMUN.com – Tim paduan suara UIN Datokarama Palu kembali meningkatkan intensitas dan frekuensi latihan menjelang acara wisuda. Peningkatan latihan ini bertujuan untuk mencapai penampilan yang maksimal di hadapan wisudawan dan tamu undangan.
Muhammad Heri, Staf Wakil Rektor II yang bertanggung jawab dalam proses teknis dan manajemen latihan paduan suara, mengungkapkan bahwa fokus utama latihan ada pada enam lagu wajib yang secara paten selalu dibawakan pada setiap wisuda.
“Ada enam lagu yang memang paten dibawakan setiap wisuda. Itu ada Indonesia Raya, Mars, Himne, Satu Nusa Satu Bangsa, Bagimu Negeri, dan Padamu Sarjana,” jelasnya saat diwawancarai oleh Kru LPM Qalamun pada minggu (2/11/2025).
Meskipun secara umum penampilan paduan suara memiliki kesamaan dari tahun ke tahun, Heri menyebutkan adanya sedikit perbedaan pada lagu pilihan. Pada wisuda ke-45 kali ini, tim paduan suara memilih membawakan lagu daerah Poso.
”Mungkin ada sedikit perbedaan dari lagu pilihan. Yang saat ini, yang barusan, itu lagu daerah Poso, judulnya Mogenu Mawoku,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada wisuda sebelumnya, lagu daerah yang dibawakan adalah Maumere dari Nusa Tenggara.
Idealnya, proses latihan sudah dimulai sebulan sebelum tanggal wisuda. Namun, karena harus menunggu konfirmasi jadwal menteri agama, latihan intensif baru dimulai dua minggu sebelum hari-H.
“Sebenarnya kita mulainya itu setiap sebulan sebelum tanggal wisuda. Tetapi, kemarin lama menunggu informasi terkait jadwalnya menteri agama. Jadi, kemarin kita mulainya H-2 minggu,” ungkapnya.
Mengenai manajemen tim, Heri menjelaskan bahwa kendala utama yang sering dihadapi adalah masalah kehadiran personil.
“Sejauh ini kendala-kendala yang biasa dihadapi itu terkait kehadiran. Misalnya yang baru-baru ini ada yang UTS, jadi otomatis izin dulu. Dikarenakan waktu latihan itu dari sore jam 4 sampai mendekati Isya,” tambahnya.
Secara manajerial, Heri mengakui bahwa pengorganisasian latihan menjadi tanggung jawabnya, meskipun melibatkan kepala bagian umum.
“Untuk yang mengatur semua prosesnya sebenarnya ada beberapa orang termasuk ibu kabag juga, ibu kabag umum, tapi lebih spesifiknya ke saya sendiri terkait proses latihannya,” terangnya.
Selain mengisi acara wisuda, paduan suara UIN Datokarama Palu juga sering mengisi acara seremonial besar lainnya, seperti pengukuhan guru besar.
Sebagai penutup, Heri berpesan agar seluruh anggota paduan suara memanfaatkan kesempatan ini sebagai proses belajar dan menambah pengalaman.
“Harapannya semoga dari teman-teman paduan suara bisa memanfaatkan kesempatan ini sebagai proses latihan, sebagai proses belajar, tidak hanya yang berhubungan dengan vokal tapi dalam hal apa pun, contoh misalnya melatih mental, berhadapan di depan orang banyak, menambah jam terbang, dan sejenisnya,” tutupnya.
Wartawan Magang: Irina, Apollo, Hanenda, Syurga, Athalia







