Home OKM Buku Saku Sema UIN Datokarama: Alasan Formalitas, Kualitas Gambar Buram, dan Kendala...

Buku Saku Sema UIN Datokarama: Alasan Formalitas, Kualitas Gambar Buram, dan Kendala Anggaran

94
0

PALU, LPMQALAMUN.com – Senat Mahasiswa (Sema) UIN Datokarama Palu kembali mencuat. Buku saku yang diterbitkan hanya dalam format digital PDF dengan kualitas gambar yang buram menimbulkan sejumlah pertanyaan dari kalangan mahasiswa.

Muhammad Syahrul, selaku ketua Sema, menjelaskan bahwa pembuatan buku saku ini merupakan program kerja lanjutan dari periode Sema sebelumnya 2024, yang telah dimasukkan dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) kongres mahasiswa.

Ia membeberkan alasan utama buku saku hanya dibuat dalam format PDF, yaitu karena efisiensi anggaran.

“Kalau melihat kenapa kami hanya buat secara formal lewat PDF saja, itu karena yang pertama efisiensi anggaran,” jelasnya saat diwawancarai oleh Kru LPM Qalamun pada Senin (03/11/2025).

Terkait kualitas gambar yang buram, Syahrul menyebutkan adanya faktor penghambat internal dan eksternal, termasuk masalah koordinasi dengan pimpinan dan keterlambatan dalam proses pengerjaan.

“Mengapa buram, menurut saya sudah tidak terlalu efektif lagi dalam pengerjaan buku saku ini. Karena banyaknya problem-problem yang terjadi antara koordinasi kami sama pimpinan,” ungkapnya.

Syahrul juga membandingkan dengan tahun sebelumnya di mana anggaran untuk buku saku disubsidi oleh kampus, namun di luar dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Sedangkan pada tahun ini, anggaran untuk kegiatan ormawa di luar DIPA telah ditiadakan.

“Pembuatan buku saku ini tidak memiliki anggaran dari pihak kampus atau DIPA karena kami melihat dari tahun sebelumnya, tahun sebelumnya itu ada anggarannya tapi di luar dana DIPA,” ujarnya.

Meskipun terkendala anggaran cetak, Syahrul memastikan bahwa mahasiswa baru telah menerima buku saku digital tersebut. Ia mendorong agar seluruh mahasiswa membaca buku saku ini sebagai landasan pemahaman tentang organisasi di kampus.

“Saya kira ini yang harus teman-teman angkatan 2024 maupun yang kakak-kakaknya, coba dibaca dan disimak buku saku ini, karena ini menjadi tolak ukur atau dasarnya teman-teman mahasiswa baru,” pesannya.

Mengenai pendistribusian dan format buku saku, Syahrul menyatakan bahwa Sema tetap melibatkan masukan dari ormawa lain dan teman-teman senior. Masukan yang diterima cenderung mendukung format digital PDF karena lebih efisien dan mudah diakses oleh seluruh mahasiswa yang mayoritas sudah memiliki perangkat seluler.

“Diminta pendapatnya khususnya teman-teman yang di ormawa maupun teman-teman senior, mereka lebih paham sebenarnya. Bisa secepatnya direalisasikan, kemudian lewat file karena biasanya mahasiswa kita apalagi itu lebih suka membaca lewat HP, lewat PDF,” tutupnya.

Wartawan Magang : Socius, Belle, Noy, Apollo, Moon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here