PALU, LPMQALAMUN.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah (Fasya) menggelar aksi simbolik bertajuk Mimbar Bebas di pelataran Gedung Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Kampus I UIN Datokarama Palu, pada Kamis (02/04/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Aksi Mingguan Dema Fasya, sekaligus menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan Fasya.
Ketua Umum Dema Fasya, Nuhil Kahe, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, menjelaskan gerakan ini melibatkan sinergi berbagai Program Studi, seperti Hukum Tata Negara (HTN), Hukum Keluarga (HK), Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Perbandingan Mazhab (PM).
“Kami melakukan aksi kolaboratif bersama Ormawa Fasya karena melihat adanya fasilitas yang perlu dibenahi, serta beberapa isu sensitif yang harus dikritisi secara terbuka,” jelasnya.
Dalam aksi tersebut, pengurus Ormawa membagikan selebaran berisi poin-poin tuntutan kepada mahasiswa.
Tiga isu utama diangkat dalam Mimbar Bebas kali ini, salah satunya kritik mahasiswa terhadap banyaknya infrastruktur yang rusak dan tidak layak di Kampus I maupun Kampus II.
Selain itu, isu pelecehan seksual menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut. Ormawa Fasya mendesak pihak kampus segera memproses oknum dosen yang diduga terlibat melalui pesan dan tindakan nonverbal.
Aksi ini juga mempertanyakan transparansi pungutan biaya administrasi, kepada para penerima beasiswa Berani Cerdas oleh pihak bendahara kampus.
“Kami meminta transparansi terkait biaya admin tersebut. Jika dihitung dengan seluruh jumlah penerima beasiswa di UIN, angka tersebut menjadi sangat besar,” ujarnya.
Terakhir, ia berharap kampus segera menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan, sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu tersebut melalui aksi rutin demi lingkungan kampus yang aman dan layak.
Wartawan: Farabi, Jaye, Papirus







