Home KAMPUS MBKM FEBI Lebih Fleksibel: 4 Bulan di Semester VI, 2 Bulan untuk...

MBKM FEBI Lebih Fleksibel: 4 Bulan di Semester VI, 2 Bulan untuk KKP-KKN

6
0

PALU, LPMQALAMUN.com — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Datokarama Palu menghadirkan inovasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mengintegrasikan Kuliah Kerja Praktik (KKP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kebijakan ini menjadi ruang fleksibel bagi mahasiswa untuk menyelesaikan beban akademik sekaligus membuka peluang kerja lebih cepat. Program ini juga membantu percepatan penyusunan skripsi serta melatih soft skill dan kemampuan public speaking mahasiswa.

Wakil Dekan I FEBI, Dr. Syaakir Sofyan, S.E.I., M.E., menjelaskan penentuan durasi magang program MBKM disesuaikan dengan aturan konversi SKS ke hitungan jam kerja.

Menurutnya, setiap 1 SKS setara dengan 45 jam kerja. Berdasarkan ketentuan tersebut, program MBKM pada semester VI berlangsung selama empat bulan. Sementara pengintegrasian KKP berbobot 2 SKS dan KKN berbobot 4 SKS pada semester ganjil ditetapkan selama dua bulan.

“Langkah MBKM untuk KKP dan KKN ini lahir dari masukan instansi pengguna dan hasil evaluasi kuesioner. Banyak stakeholder meminta durasi magang ditambah dari 1 bulan menjadi 2 bulan,” ujarnya saat diwawancarai kru LPM Qalamun, Jumat (9/10/2026).

“Dengan durasi 2 bulan ditambah kewajiban laporan dan seminar, beban SKS yang dikonversi tetap sesuai aturan pedoman akademik baru UIN Datokarama Palu,” tambahnya.

Selain itu, ia mengatakan mahasiswa yang memilih jalur KKN MBKM tidak perlu lagi mengikuti KKN Reguler yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).

Pembatasan tersebut mengacu pada ketentuan maksimal beban MBKM sebesar 24 SKS. Jika KKN Reguler dimasukkan bersamaan dengan mata kuliah wajib yang membebani mahasiswa 20-22 SKS, total beban akademik akan melampaui ketentuan yang berlaku.

Karena itu, KKN dapat ditempuh melalui dua skema, yakni KKN Reguler yang dikelola LP2M atau KKN MBKM yang diselenggarakan fakultas. Khusus di FEBI, KKN MBKM dilaksanakan melalui penempatan mahasiswa di instansi, perusahaan, bank, atau konsultan, bukan di desa.

Penempatan di instansi profesional tersebut terbukti memberikan dampak langsung bagi prospek karier mahasiswa.

Terakhir, Ia mengatakan sejumlah peserta magang mendapat tawaran kontrak kerja dari perusahaan tempat mereka menjalani magang sebelum resmi menyelesaikan studi.

“Pola pikir dan kemampuan komunikasi mereka terbangun karena terbiasa ikut briefing dan presentasi di tempat kerja. Saat seminar hasil, cara penyampaian materi mereka jauh lebih terstruktur dan rapi,” pungkasnya.

Wartawan Magang: Socuis, Monaveyra, Eluna, Senara, Angin, Ulya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here