Oleh: Husnul Khatimah
Wartawan LPM Qalamun
Selamat datang,
juga selamat merayakan rasa yang telah mati.
Rasa telah mati, disemayamkan pada kenangan abadi, dan tentangmu tertimbun di bawah tanah tanpa alas.
Menghancurkan puing-puing sisa rasa, melekatkan serpihan yang meradang, mengobati rusak serta noda merah yang bernanah, membunuh perasaan hingga ke relung akar paling dalam.
Sebuah perayaan mati rasa,
berdansa di tengah riak hujan untuk salam perpisahan,
melambai indah pada sang penggores luka,
mengucapkan belasungkawa atas rasa yang telah mati.
Selamat, selamat merayakan rasa yang telah mati.
Merajut ikhlas diiringi tangis menyayat hati,
remuk redam dibaluti huru-hara senyum merekah, menyulam luka menganga dengan benang rela,
juga tinta pekat tanpa warna.
Selamat, sekali lagi, selamat.







