Oleh: Andi Mawar
Pengurus Redaksional
Merokok bukan hal yang sepele. Banyak orang mungkin merasa rokok dapat membantu menenangkan pikiran atau mengurangi stres. Namun, kenyataannya, di balik sebatang rokok terdapat ribuan zat kimia berbahaya yang dapat merusak tubuh secara perlahan.
Dalam buku Bahaya Merokok karya Rahmat Fajar, dijelaskan bahwa rokok mengandung banyak zat kimia, antara lain nikotin yang menyebabkan kecanduan, karbon monoksida yang mengganggu aliran oksigen, dan akrolein yang mengandung alkohol dan sangat mengganggu kesehatan. Zat-zat inilah yang menyebabkan berbagai penyakit serius, seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan.
Yang lebih parah, bukan hanya perokok aktif yang terkena dampaknya. Orang-orang di sekitar pun ikut terpapar asap rokok, meskipun mereka tidak merokok. Anak-anak, ibu hamil, dan orang tua bisa sakit hanya karena sering menghirup asap dari rokok orang lain.
Merokok juga menyebabkan banyak kematian di dunia. WHO mencatat bahwa 17,3 juta orang meninggal akibat rokok, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 23,3 juta pada tahun 2030. Merokok memicu penyakit jantung dan pembuluh darah, terutama di negara-negara miskin seperti Indonesia, di mana 80% kematian disebabkan oleh penyakit ini. Lebih parah lagi, jutaan anak-anak mulai merokok sejak kecil atau menjadi perokok pasif, yang dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru dan penyakit jantung.
Untuk mencegah makin banyak korban, WHO dan para dokter mendukung aturan pengendalian rokok. Ketua PERKI, Ismoyo Sunu, mengatakan bahwa menaikkan harga rokok dapat menurunkan jumlah perokok. Contohnya, di Afrika Selatan dan Prancis, kenaikan cukai rokok terbukti mengurangi kematian akibat rokok. Oleh karena itu, PERKI mendukung kenaikan cukai rokok hingga 66% agar semakin banyak orang berhenti merokok.
Berhenti merokok bukan hanya soal menjaga diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keluarga dan orang-orang di sekitar. Rokok tidak pernah membawa manfaat. Justru, merokok hanya membuat tubuh semakin rusak, dompet semakin tipis, dan kesehatan menurun.
Sudah saatnya kita sadar bahwa hidup tanpa rokok jauh lebih sehat dan bermakna.







