TARIPA, LPMQALAMUN.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Datokarama Palu kembali menggelar Kampung Merdeka sekaligus program Desa Binaan yang tahun ini dipusatkan di Desa Taripa, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. Kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 13 hingga 18 Agustus 2025, dan dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan mengusung tema “Harmoni dalam Kemerdekaan: Mewarnai Desa Taripa dengan Cinta dan Persaudaraan”, kegiatan ini menghadirkan berbagai program edukatif, sosial, hingga perlombaan khas kemerdekaan yang melibatkan masyarakat dari anak-anak hingga dewasa.
Ketua Umum HMPS MPI, Nessa Ardelia, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, pelatihan, kajian, serta lomba-lomba yang membangun semangat kebersamaan dan keislaman.
“Peserta lomba mendaftar sesuai kategori usia, ada untuk anak-anak dan dewasa. Perlombaan dilaksanakan secara bergiliran dengan sistem gugur, penilaian langsung dari juri sesuai kriteria masing-masing,” jelasnya saat diwawancarai oleh Kru LPM Qalamun Rabu, (13/8/2025).
Lomba yang digelar di antaranya hafalan surat pendek, adzan, tarik tambang, balap karung, estafet air, teropong, hingga memasukkan paku ke dalam botol.
Ketua Panitia, Yoga Hidayatullah, mengungkapkan tantangan terbesar selama persiapan adalah koordinasi antar-panitia, keterbatasan waktu, serta penyesuaian kondisi lapangan.
“Meski ada kendala, panitia berusaha maksimal mengatur jadwal, menuntun jalannya acara, menyediakan perlengkapan, sekaligus menjaga ketertiban dan keselamatan peserta,” ungkapnya.
Ia pun berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat Taripa.
Kepala Desa Taripa, Anton Haris L, menyambut hangat kehadiran HMPS MPI. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar program mahasiswa, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap desa.
“Mahasiswa rela datang dari luar untuk mengabdi. Kalau orang lain saja mau peduli dengan desa kita, kenapa kita tidak? Mari kita dukung penuh kegiatan ini,” kata Anton.
Ia juga menyinggung potensi besar Desa Taripa, khususnya pada sektor budaya Danindate yang sudah dikenal hingga tingkat internasional, serta hasil perkebunan seperti durian yang bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Datokarama Palu dengan Pemerintah Desa Taripa.
Ketua LP2M, Dr. Sahran Raden, S.Ag., M.H., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
“Desa Taripa menjadi desa binaan ketujuh LP2M UIN Datokarama. Kami berharap potensi desa, mulai dari budaya hingga perkebunan, bisa dikembangkan bersama mahasiswa dan pemerintah desa agar memberi dampak ekonomi maupun sosial,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Kampung Merdeka dan Desa Binaan ini menjadi ajang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Selain memperingati kemerdekaan, program ini diharapkan memperkuat ikatan sosial, meningkatkan semangat belajar, sekaligus memperkenalkan potensi Taripa ke khalayak luas.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, bermanfaat bagi masyarakat, dan menjadi ladang pahala untuk semua pihak yang terlibat,” tutup Ketua Panitia, Yoga Hidayatullah.
Wartawan: Puti, Gree







