PALU, LPMQALAMUN.com – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Datokarama Palu, Dr. Sahran Raden, S.Ag., M.H., menjelaskan mengenai kuota dan lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Sahran mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar KKN tahun ini mengalami peningkatan signifikan, bahkan melampaui kuota yang telah ditetapkan.
“Secara keseluruhan kuota yang kami tetapkan sebanyak 1.160 orang, namun pendaftar mencapai 1.220 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan semester ganjil 2024 lalu yang hanya 930 peserta,” jelasnya.
Terkait penentuan kuota dan lokasi, Sahran menegaskan bahwa LP2M sebagai penyelenggara memiliki kewenangan penuh dalam menentukan daerah pengabdian mahasiswa.
Lokasi yang telah dipastikan antara lain Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Banggai. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong, LP2M menetapkan tiga desa sebagai desa binaan, sementara desa lainnya tidak termasuk.
Distribusi peserta akan disesuaikan dengan kluster yang dipilih saat pendaftaran.
“Misalnya kluster kawasan industri ditempatkan di daerah industri. Kluster moderasi beragama akan ditempatkan di wilayah yang majemuk dari sisi agama, suku, dan ras. Begitu pula kluster literasi keuangan diarahkan ke daerah yang memiliki UMKM. Sedangkan kluster lingkar kampus ditempatkan di Bumi Bahari Palu Barat dan Pombewe, Sigi,” ungkapnya.
Pemilihan lokasi KKN didasarkan pada tiga aspek, yakni kebutuhan masyarakat, ketersediaan anggaran, serta kerja sama antara UIN Datokarama Palu dengan pemerintah daerah.
Berdasarkan kalender akademik, KKN akan berlangsung selama dua bulan, mulai dari tahap pembekalan, pelaksanaan di lapangan, hingga penyusunan laporan.
“Maksimal mahasiswa berada di lokasi sekitar 45 hari,” kata Sahran.
Untuk memastikan transparansi, pembagian kuota dan lokasi diumumkan melalui spanduk, pemberitaan, dan media sosial resmi kampus.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa biaya KKN tidak akan membebani mahasiswa. Seluruh anggaran ditanggung kampus melalui DIPA UIN Datokarama Palu.
“Anggaran tersebut mencakup atribut tambahan seperti ID card, spanduk, bendera, topi, dan kaos KKN,” tutupnya.
Wartawan Magang: Farabi, Arin, Sitsyra, Musang







