PALU, LPMQALAMUN.com – Fakultas Ushuluddin dan Adab,
(FUAD) UIN Datokarama Palu kehilangan sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran. Peristiwa tersebut diketahui pada Senin pagi (06/10/2025) setelah ditemukan salah satu ruangan dalam kondisi tidak terkunci.
Kepala Bagian Tata Usaha Akademik Mahasiswa FUAD, Fatharany, S.Sos.I., M.M, membenarkan adanya kehilangan tersebut.
“Barang yang hilang terdiri dari empat infokus, satu kamera, kabel colokan, kabel colokan infokus Epson EB satu unit, dan infokus merek NEC tiga unit—berarti total empat. Kabel colokan empat buah dan kamera merek Canon satu unit,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kejadian kehilangan diperkirakan terjadi pada malam Senin, antara Minggu malam hingga Senin dini hari. Barang-barang tersebut terakhir kali terlihat pada hari Jumat.
“Hari terakhir barang itu terlihat pada Jumat. Karena Sabtu dan Minggu libur, maka kejadiannya kemungkinan malam Senin, antara Minggu malam atau Senin dini hari. Terakhir kami lihat infokus itu masih tersimpan di lemari,” ujarnya.
Salah satu petugas kebersihan kemudian diketahui sebagai orang pertama yang mendapati kondisi ruangan tidak seperti biasanya.
“Pagi hari kami datang, pintu sudah dalam keadaan tidak terkunci, namun tidak sampai terbuka. Sebab, kalau pintu itu dibuka secara paksa, otomatis akan tertutup kembali,” jelasnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak fakultas berencana melaporkan kehilangan barang ke pihak kepolisian serta kepada Rektor UIN Datokarama Palu.
“Kami akan menindaklanjuti dan melaporkan kejadian ini ke kepolisian serta ke Rektor,” tambah Fatharany.
Sejumlah mahasiswa FUAD menyayangkan hilangnya fasilitas yang dinilai sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran.
“Tentu saya merasa kurang senang, karena infokus sangat dibutuhkan mahasiswa, terutama saat belajar di SBSN yang masih kekurangan fasilitas. Selain itu, keamanan di sekitar Akmah juga kurang karena saat itu CCTV dinyatakan mati,” ujar mahasiswa berinisial S.
Mahasiswa lain, berinisial H, turut mengungkapkan hal serupa.
“Kehilangan infokus ini cukup mengejutkan karena jumlahnya tidak sedikit. Apalagi infokus merupakan alat penting dalam kegiatan belajar,” katanya.
Mahasiswa berharap pihak kampus dapat memperkuat keamanan di sekitar Akmah dengan memperbaiki CCTV dan meningkatkan patroli satpam.
“Kalau bisa, CCTV diperbaiki dan satpam juga rutin berpatroli malam hari,” tambah mahasiswa berinisial S.
Wartawan Magang: Papirus, Alejandra, Sitsyra, Qhosirotuthorfi, Tyr, Odessya







