PALU, LPMQALAMUN.com – Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako sukses menggelar kegiatan Baca dan Bersuara di pelataran FKIP 07 Universitas Tadulako, pada Rabu (08/10/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Makanan Bergizi Gratis” ini merupakan kolaborasi antara IKAMABASTRA melalui dua divisinya—Divisi Lensa dan Sanggar Seni Bahana—bersama komunitas L. Aksii.
Acara dibuka secara resmi oleh Andini selaku Master of Ceremony (MC). Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa tema tersebut diangkat untuk merespons menurunnya minat baca di era digital. Menurutnya, kegiatan ini menekankan pentingnya bacaan yang “bergizi” bagi pikiran—bukan sekadar hiburan dangkal—serta mengandung kritik terhadap program MBG yang dinilai boros anggaran.
“Tujuannya adalah menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap budaya membaca yang tak terbatas ruang dan waktu, mengukur minat baca di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untad, serta merefleksikan akses mudah dan gratis terhadap konten bacaan yang bergizi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Siti Wahyuni menjelaskan bahwa tema Makanan Bergizi Gratis memiliki makna simbolis sebagai “makanan” bagi otak dan pikiran berupa ilmu pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan membaca.
“Tema ini menjadi upaya menyediakan makanan yang betul-betul bergizi dalam bentuk bacaan, sekaligus ruang berekspresi melalui panggung yang telah disediakan. Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini berperan penting, dan kerja sama yang terjalin bukan berbentuk kontrak, melainkan komitmen serta keresahan bersama atas pentingnya kesadaran literasi,” ujarnya.
Kegiatan Baca dan Bersuara ini terbuka untuk umum dan menampilkan berbagai rangkaian acara, mulai dari lapak baca, diskusi, hingga panggung ekspresi yang diisi oleh mahasiswa PBSI FKIP Untad. Dalam panggung tersebut, mahasiswa menampilkan puisi, lagu, pantun, dan drama sebagai bentuk ekspresi literasi.
Di akhir wawancara, Siti Wahyuni menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu menumbuhkan kembali minat baca di kalangan mahasiswa.
“Melihat minat baca di era digital yang semakin menurun, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik untuk menumbuhkan kembali semangat membaca, khususnya bagi mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia,” tutupnya.
Wartawan Magang: Farabi, Sitsyra, Arin







