Oleh: Iga Mawarni
Pengurus LPM Qalamun
Selamat bertemu dengan tanggal yang terus kembali berulang, dengan segala cemas dan tanya yang masih setia menemani.
Selamat menapaki hari penuh petualang, selamat menjajaki kaki di level kehidupan yang teramat bangsat ini.
Selamat merayakan semua masalah yang belum selesai, dan berjibaku dengan pertanyaan “kapan?” yang tak kunjung usai.
Selamat melewati fase hidup di mana ketika tak satupun yang bisa benar-benar menolong, dan satu-satunya tumpuan hanyalah diri sendiri, alias kau harus berupaya sendirian.
Selamat bertambah usia meski jatah hidup perlahan menyusut,
wahai diri, yang tetap berdiri meski terluka dan ketakutan.
Hari ini, aku banyak menitipkan berbagai doa semoga kecewamasan tak lagi menjadi teman, dan kekhawatiran tentang masa depan segera reda seperti hujan.
Semoga aku tak lagi terjebak dalam pikiranku sendiri, terluka oleh kata-kata mereka yang tak memakai hati.
Semoga aku berhenti membandingkan, karena mungkin ada banyak hal dalam hidup yang tak dimiliki orang lain.
Semoga aku selalu mencintai diri sendiri, meski tak sempurna, tapi tetap layak dicintai, bukan?
Semoga aku bisa lebih fokus pada jalanku sendiri, lebih ceria, lebih kuat, lebih sabar dalam segala hal, lebih bijak di setiap langkah, dan lebih berani dalam memilih arah.
Semoga aku tak lagi merasa hidupku sia-sia,
dan tetap berjalan meski hanya perlahan, menjadi versi terbaik dari diriku,
yang dicintai, yang tak menyerah, dan dengan aku yang mewujudkan segala cita dan anganku.







