Home PUISI Retak di Ujung Senyum

Retak di Ujung Senyum

1
0

Nama: Firdania Ranti
Jurusan: Sistem Informasi
Wartawan LPM Qalamun

Di sudut cermin pagi,
kulihat bibirku retak tanpa suara,
kering seperti tanah lama tak hujan,
menyimpan diam yang tak terucap.

Angin lewat membawa dingin,
menyentuh luka kecil yang perih,
seolah mengingatkan perlahan
bahwa tubuh pun bisa lelah.

Setiap garis yang pecah itu
bukan sekadar kulit yang terlupa,
melainkan cerita tentang hari-hari panjang
yang lupa memberi jeda pada diri.

Lalu, kubasahi dengan harap sederhana:
setetes air, setitik perhatian,
agar yang retak kembali utuh
dan senyum tak lagi terasa sakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here