Oleh: Zanira Nur Aviva
Wartawan LPM Qalamun
Di tengah riuh dunia yang tak pernah sunyi,
aku berdiri, menyembunyikan pikiran dalam diam.
Tak satu pun langkahmu terlewat dari pandangku,
meski jarak menjelma dinding yang tak bisa kuatasi.
Aku bukan cahaya yang menyapamu tiap pagi,
hanya bayangan yang tenang, mengiringi dari sisi.
Ada rasa yang tak mampu dijelmakan kata,
ada doa yang hanya berani kusimpan di dada.
Kau berjalan, memeluk semesta dengan senyum,
sementara aku belajar meredakan luka dalam hening.
Tanpa keberanian untuk bersuara,
tanpa bahasa untuk menyatakan rasa,
hatiku hanya berbisik lirih:
“Semoga bahagiamu selalu terjaga.”
Aku selalu memandangmu dari kejauhan,
seperti bintang yang setia menemani malam.
Meski tak pernah kau gapai dengan tangan,
ia tetap ada—tak berubah,
dekat… meski tak pernah kau sadari.







