Nama: Miftahul Jannah
Jurusan: Tadris Bahasa Inggris
Wartawan LPM Qalamun
Di persimpangan rasa yang tak selesai,
aku berdiri membawa banyak tanya
antara melangkah atau mengakhiri semuanya.
Aku seperti angin yang kehilangan arah,
berputar di ruang yang sama,
mencari jawaban yang tak kunjung datang
tentang hati yang masih bimbang.
Kenangan menggenggam tanganku erat,
enggan pergi meski waktu terus berjalan,
meninggalkan jejak yang sulit dilupakan.
Namun, masa depan memanggil dari kejauhan,
menawarkan harapan yang belum pasti,
membisikkan keberanian untuk mencoba,
meski langkah ini masih diselimuti ragu.
Aku lelah, tetapi belum ingin menyerah.
Aku takut, tetapi masih ingin bertahan,
belajar memahami arti sebuah perasaan.
Dan jika akhirnya aku harus memilih,
biarlah keputusan lahir dari kejujuran hati,
bukan dari luka yang memaksa pergi
atau ketakutan yang terlalu lama menemani.







