Oleh: Musfira Fahma Amalia
Wartawan LPM Qalamun
Ya Rasulullah,
Aku tidak hidup di zamanmu,
Tidak mendengar langsung suaramu,
Namun rinduku padamu tak pernah layu.
Aku ingin hidup dalam mahabbahmu yang amerta,
Menjadi bagian dari umat yang engkau doakan.
Langkahku tak selalu lurus di jalan terang,
Namun namamulah yang selalu kupegang,
Dan kusimpan erat dalam qolbuku yang tenang.
Jika kelak kau memanggil,
“Ummati, ummati, ummati,”
Maka izinkan aku menjawab dengan linang air mata,
“Inni min ummatik,” dengan hati penuh cinta.
Untukmu, 1400 tahun yang lalu,
Dariku, jiwa yang kotor seperti tanah,
Yang merindukan sosok bagaskara sepertimu,
Dengan asa, semoga Allah mempertemukan kita di surga-Nya.







