PALU, LPMQALAMUN.com — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Datokarama Palu menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di Laboratorium SPI, Gedung Lab Terpadu, Kampus I, pada Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi kritis mahasiswa dalam merespons isu-isu yang diangkat dalam film, sekaligus bentuk solidaritas terhadap masyarakat Papua melalui penggalangan bantuan.
Nobar dan diskusi tersebut melibatkan mahasiswa SPI angkatan 2023 serta para senior himpunan. Sementara itu, proses produksi kegiatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengurus HMPS SPI.
Ketua Umum HMPS SPI, Muh Ezwansyah Lapato, mengungkapkan keresahannya terhadap berbagai persoalan yang dialami masyarakat Papua, khususnya terkait pembungkaman aspirasi dan perampasan tanah adat.
“Keresahan kami terhadap pemerintah adalah terkait tanah-tanah masyarakat yang diambil menggunakan alat-alat berat. Selain itu, ada juga keterlibatan aparat seperti tentara dan polisi dalam peristiwa tersebut,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran untuk menyuarakan isu-isu kemanusiaan yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Papua.
“Kami sebagai mahasiswa merasa perlu menyuarakan keresahan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Papua,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Ezwansyah berharap masyarakat tidak berhenti menyuarakan aspirasi demi perbaikan kondisi bangsa ke depan.
“Harapan saya, semoga Indonesia ke depannya semakin membaik. Walaupun tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, setidaknya bisa dikurangi,” harapnya.
Wartawan: Sitsyra, Shihab, Belle







