Home Kemitraan Bootcamp Batch 78 OJK dan Hannah Asa Indonesia, Cetak Generasi Muda Anti...

Bootcamp Batch 78 OJK dan Hannah Asa Indonesia, Cetak Generasi Muda Anti Investasi Bodong

3
0

PALU, LPMQALAMUN.com — Hannah Asa Indonesia berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Putra Putri Budaya Sulawesi Tengah menggelar Bootcamp Batch 78 bertajuk Shaping a Financially Smart Generation di Kantor OJK Sulawesi Tengah, Kota Palu, pada Rabu (20/05/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan edukasi keuangan berbasis kurikulum yang bertujuan membentuk perilaku finansial generasi muda di tengah arus digitalisasi, meningkatnya konsumsi digital, serta maraknya investasi dan pinjaman online ilegal.

Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, S.T., AWP., QWP., CFP., AEPP., QLP., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong generasi muda agar mampu mengambil keputusan finansial yang sehat sejak dini.

“Melalui kolaborasi bersama OJK, BEI, Stockbit, dan Putra Putri Budaya Sulawesi Tengah, kami ingin menghadirkan edukasi yang praktis, relevan, dan dekat dengan kehidupan generasi muda, khususnya mahasiswa,” ujarnya.

Ia menegaskan, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kecerdasan finansial sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Mahasiswa perlu menjadi financially smart agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” tambahnya.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen literasi keuangan dengan mengintegrasikan konsep modern dan nilai budaya lokal, seperti hidup sederhana, gotong royong, serta tanggung jawab.

Mardiyah juga menilai Putra Putri Budaya Sulawesi Tengah tidak hanya berperan menjaga identitas budaya, tetapi juga dapat menjadi teladan dalam menerapkan perilaku finansial yang sehat di kalangan generasi muda.

“Program ini memadukan edukasi langsung, pembelajaran digital, kampanye literasi, serta penguatan komunitas guna mendorong perubahan perilaku finansial,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali materi mengenai penyusunan financial goals, metode “Periksa Dompet”, serta pengenalan investasi legal agar mampu mengelola keuangan secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir kegiatan, Mardiyah berharap mahasiswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga berperan sebagai penggerak perubahan di lingkungan sekitarnya.

“Kami berharap generasi muda menyadari bahwa pengelolaan keuangan merupakan life skill penting, sehingga lebih kritis terhadap investasi ilegal dan judi online, serta mampu membangun kebiasaan finansial yang sehat,” tuturnya.

Ia menambahkan, generasi muda ideal adalah mereka yang siap secara finansial tanpa meninggalkan akar budaya lokal sebagai kekuatan sosial dan ekonomi daerah.

Wartawan: Sitsyra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here