Oleh: Mariana
Wartawan LPM Qalamun
Aku dan hujan berjumpa di senja yang syahdu,
Saat langit mengutus kisah lewat tetesan,
Menyapa jiwa yang sepi dalam rindu,
Merangkai cerita di atas lembar waktu.
Aku melangkah di lorong sepi yang basah,
Setiap tetes bercerita tentang kisah lama,
Menghapus jejak lara di sudut hati,
Mengisi ruang kosong dengan harapan baru.
Hujan, bagai sahabat yang setia,
Mengajakku menari di antara rintik,
Menyingkap rahasia yang tersembunyi,
Di balik awan tersimpan sinar yang menyatu.
Di setiap titis yang jatuh di wajah,
Tersimpan pelajaran tentang keikhlasan,
Bahwa dalam setiap duka yang mengalir,
Ada keindahan yang mampu menyembuhkan.
Aku dan hujan berpeluk dalam irama,
Menyatu dalam lukisan langit yang fana,
Mencipta janji bahwa setiap hujan,
Mengantar fajar penuh warna dan cahaya.







