PALU, LPMQALAMUN.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah (Fasya) UIN Datokarama Palu menggelar HES Intellectual Forum di Pelataran SBSN Kampus I UIN Datokarama Palu, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Era AI dan Tantangan Kemunduran Tradisi Berpikir: Tantangan Mahasiswa Muslim Masa Kini” tersebut menghadirkan para ketua organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan Fakultas Syariah dan terbuka bagi seluruh mahasiswa UIN Datokarama Palu.
Forum diskusi itu menyoroti kekhawatiran terhadap menurunnya daya kritis mahasiswa akibat ketergantungan pada teknologi Artificial Intelligence (AI).
Ketua Umum HMPS Hukum Ekonomi Syariah, Putri Atifah, mengatakan tema tersebut dipilih sebagai respons atas meningkatnya penggunaan platform AI di kalangan mahasiswa yang dinilai berpotensi memengaruhi kemampuan berpikir kritis.
“Kami melihat adanya tantangan besar ketika penggunaan AI mulai mengganggu kemampuan berpikir kritis (critical thinking) mahasiswa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, diskusi tersebut dihadirkan sebagai pengingat sekaligus ruang mencari solusi atas ketergantungan mahasiswa terhadap teknologi AI.
“Yang kami bahas adalah apa itu AI, bagaimana realitas serta tantangannya, dan juga solusi yang dapat dihadirkan dari berbagai permasalahan akibat penggunaan AI di tengah mahasiswa,” ujarnya.
Putri berharap mahasiswa UIN Datokarama Palu tetap mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa meninggalkan tradisi berpikir kritis dalam memahami persoalan akademik maupun sosial.
“Mahasiswa harus mampu menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti cara berpikir,” tutupnya.
Wartawan: Huwairah, Zeline







