Oleh: Moh. Salman Fais
Wartawan LPM Qalamun
Perasaan yang dulu membara,
Kini tinggal abu berterbangan,
Harap yang pernah tertanam erat,
Runtuh seketika, larut dalam kegelapan.
Janji indah yang terucap manis,
Kini membisu tanpa gema,
Rasa yang dulu penuh warna,
Hancur seketika, hilang tanpa sisa.
Di dada, hanya duka yang menetap,
Setiap detik meninggalkan memar,
Cinta yang luluh oleh waktu,
Menyisakan perih yang tak terujar.
Namun meski pilu dan luka,
Cinta itu pernah hidup, pernah bersemi,
Walau kini hancur tanpa tepi,
Jejaknya tetap berarti di hati.







