Oleh : Yuni
Wartawan Magang
Aku masih mengingat hari-hari di pesantren, ketika hidupku dipenuhi dengan kesibukan dan kebersamaan dengan teman-teman seperjuangan. Kami saling menyemangati, meskipun kadang semuanya terasa berat ketika kita selalu berpikir tidak sanggup menempuh mimpi itu. Kadang ada keinginan untuk meninggalkan tempat itu namuan banyak Keraguan untuk meninggalkan pesantren itu sangat berat, bukan hanya karena kebersamaan, tapi juga tentang mimpi dan perjuangan bersama yang sudah kami lewati bersama.
Walaupun kami selalu mengeluh tentang target hafalan yang sangat berat, terutama saat muroja’ah, tapi kami tau bahwa itu semua adalah bagian dari perjalanan kami. Dari jalan takdir yang mempertemukan kami di satu atap, aku belajar banyak hal. Saat aku memutuskan menyelesaikan dan meninggalkan pesantren, aku sadar bahwa satu atau beberapa tahun akan tiba masanya di mana kami saling meninggalkan dan saling berpergian. Itu semua bukan karena kita yang ingin, tapi jalan takdir kita untuk menempuh jalan dan pendidikan masing-masing.
Begitu banyak kenangan yang kami lewati, mulai dari ngaji, cari hafalan, tidur, mandi, makan, dan hukuman bersama dan banyak moment lainnya. Jika mengingatnya kembali, bagiku itu adalah momen terlucu. Sekarang, kita sudah berbeda tempat meraih mimpi dan takdir masing-masing. Dari tempat itu juga, banyak luka yang terobati tanpa disadari, banyak perubahan yang kita alami.
Kadang kami mengobati rindu bersama hanya dengan videocall bersama, itu sangat menyenangkan saat melihat perubahan mereka yang sudah menempuh mimpi masing-masing. Tapi rasanya sangat berbeda dengan kita bertemu secara langsung ketika di pondok. Aku masih mengingat senyum dan tawa mereka, waktu dimana kita berkumpul saat malam dan menceritakan hal-hal yang random hingga kita lupa waktu tidur. Padahal kita sadar setiap hari adalah kegiatan yang sangat padat, tapi dari situlah kita banyak merasakan rasa syukur bahwa di tengah kesibukan dan padatnya jadwal, Allah masih menyempatkan kita untuk tertawabersama.
Dan sampai sekarang, tawa dan semua momen itu menjadi kenangan yang tak bisa terulang lagi. Untuk kita, semoga selalu tetap saling menyapa jika suatu hari bertemu sengaja ataupun tidak.







