Oleh : Rizal Irfandi
Wartawan Magang
Di ufuk timur, cahaya perlahan menyapa,
Menghapus gelap yang menyelubungi jiwa,
Setiap detak menanti babak yang mulia,
Kisah baru terlukis dalam warna ceria.
Seperti embun yang menunggu fajar tiba,
Atau gemericik air di hutan yang sunyi,
Ia tersembunyi, tapi suaranya tak pudar,
Menanti saatnya, bertemu dalam harmoni.
Ketika sinar pagi datang tanpa tanda,
Dia akan hadir, menembus kabut malam,
Mengubah ketegangan menjadi sebuah cerita,
Fajar baru datang, menuntun langkah yang tenang.
Dalam keremangan, terlahir harapan baru,
Masuklah ke dalam babak yang tak tertebak,
Dengan setiap detak, gapailah keinginan,
Menanti fajar baru, langit yang lebih cerah.







