Oleh: Nasywa Husnul Khotimah
Wartawan Magang
Kupandangi punggungmu,
seperti senja memeluk matahari
hangat namun perlahan pergi,
meninggalkan cahaya di dadaku.
Kau melangkah ringan,
seolah angin mengiringi takdirmu
sementara aku menulis rindu
di antara detak yang tak bersuara.
Namamu tumbuh di hening malam,
seperti doa yang tak sempat terucap
aku mencintai dalam rahasia,
menyimpan luka di sela cahaya.
Biarlah cinta ini diam,
seperti bintang di langit jauh
setia bersinar tanpa disapa,
cukup bahagia dalam bayangmu.







