PALU, LPMQALAMUN.com – Hannah Asa Indonesia menggelar Bootcamp Batch 55 bersama Alumni SMA Negeri 8 Jakarta Angkatan 1998, serta para penghafal Al-Qur’an, di TPA Ar-Rahman, Jalan Setia Budi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (06/03/2026).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyaluran takjil dan mushaf Al-Qur’an kepada para santri. Kolaborasi tersebut bertujuan membumikan Al-Qur’an di kalangan generasi muda serta menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sejak dini, di tengah tantangan era digital.
Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan akses.
“Tujuannya agar anak-anak yang mungkin tidak memiliki Al-Qur’an di rumah bisa membaca, mengaji, bahkan menghafalkannya. Kami ingin mereka semakin mencintai Al-Qur’an,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa program tersebut telah berjalan selama tiga tahun terakhir.
“Kerja sama ini sudah hampir memasuki tahun ketiga. Setiap ramadan kami selalu berkolaborasi dengan Alumni SMAN 8 Jakarta dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan Al-Qur’an,” tuturnya.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di beberapa wilayah Sulawesi Tengah, seperti Dombu dan Parigi, tepatnya pada komunitas Suku Lauje dengan menyalurkan karpet serta perlengkapan belajar Al-Qur’an.
Mardiyah mengatakan penyaluran mushaf Al-Qur’an pada tahun ini dilakukan di dua lokasi berbeda.
“Kami menyalurkan di dua titik lokasi, yaitu di Kota Palu dan Desa Tolono di Kabupaten Parigi. Di sana ada cukup banyak santri yang belajar Al-Qur’an, sehingga kami ingin turut berbagi di tempat tersebut,” katanya
Terakhir, ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak daerah.
“Wakaf Al-Qur’an ini merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, sehingga kami berharap semakin banyak penerima manfaatnya,” harapnya.
Wartawan: Qhosirotuthorfi, Readers







