Home Kemitraan Creative Wealth Bootcamp Dorong Anak Muda Melek Keuangan dan Investasi

Creative Wealth Bootcamp Dorong Anak Muda Melek Keuangan dan Investasi

13
0

PALU, LPMQALAMUN.com – Hannah Asa Indonesia menggelar Bootcamp Batch 62 guna meningkatkan literasi keuangan anak muda, khususnya pekerja kreatif di Hannah Homestay, Jalan Batavia, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (31/03/2026).

Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, S.T., AWP., QWP., CFP., AEPP., QLP., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh maraknya penipuan online dan persoalan pendapatan pekerja kreatif.

“Banyak anak muda atau pekerja kreatif itu pendapatannya tidak stabil, sering naik turun. Selain itu, mereka juga belum punya sistem pengelolaan keuangan yang baik,” ungkapnya.

Ia mengatakan pelaku kreatif masih kesulitan menentukan nilai jasa dan minim pemahaman terhadap layanan keuangan formal seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari perwakilan OJK Sulawesi Tengah, Adam Nofriansyah, kemudain Deputi Kepala Wilayah Sulawesi Tengah KP BEI Sulawesi Tengah, Dewi Noor, serta akademisi ilmu komunikasi, dan perwakilan Pegadaian.

Lebih lanjut, Mardiyah menjelaskan bahwa penting bagi generasi muda untuk memahami investasi sejak dini.

“Dengan kondisi ekonomi saat ini, kita tidak bisa hanya berada di zona nyaman. Kita harus mencari instrumen investasi yang hasilnya bisa di atas inflasi,” jelasnya.

Selain itu, kemampuan komunikasi juga menjadi hal penting, terutama dalam menentukan harga jasa atau produk yang ditawarkan.

Di sisi lain, berdasarkan Data SNLIK 2025 menunjukkan inklusi keuangan mencapai 92,74%, sedangkan literasi keuangan masih berada di angka 66,46%. Ini menandakan masih lebarnya kesenjangan antara akses dan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan.

“Jadi tugas kita bagaimana mengedukasi agar gap ini bisa semakin kecil,” tambahnya.

Terakhir, Mardiyah menyarankan generasi muda agar cermat memilih instrumen investasi dengan memahami profil risiko sebelum berinvestasi.

“Harus tahu dulu profil risiko, apakah konservatif, moderat atau agresif, dari situ baru bisa menentukan produk investasi yang tepat,” tutupnya.

Wartawan: Ajax, Papirus, Famanur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here