Home PUISI Pujaan

Pujaan

2
0

Nama: Muhammad Al-Fitrah
Jurusan: Hukum Tata Negara Islam
Pengurus Redaksional LPM Qalamun

Pujaanku, kau adalah nama yang diam-diam selalu kusematkan dalam setiap doa.
Bahkan sebelum aku mengenal arti rindu, hatiku seolah telah tahu bahwa suatu hari nanti ia akan jatuh kepadamu.

Kau datang tanpa banyak kata,
namun sejak saat itu ada sesuatu yang berubah dalam diriku. Langit terasa lebih biru,
malam terasa lebih hangat,
dan setiap detik terasa berharga hanya karena ada kemungkinan aku bisa melihat senyummu.

Aku menyukai caramu tersenyum, caramu menatap,
bahkan caramu diam ketika tak tahu harus berkata apa. Hal-hal kecil tentangmu yang mungkin tak berarti bagi orang lain,
justru menjadi alasan mengapa hatiku semakin sulit berpaling.

Andai kau tahu, betapa sering namamu hadir di sela-sela pikiranku. Saat pagi membuka mata, aku mengingatmu.
Saat malam memeluk kesunyian, aku merindukanmu. Dan di antara keduanya,
aku selalu berharap semesta sedang menuntunku lebih dekat kepadamu.

Pujaanku, aku tak ingin mencintaimu hanya untuk sesaat. Aku ingin menjadi seseorang yang tetap menggenggam tanganmu
ketika rambut kita mulai memutih, yang masih memandangmu dengan kagum
meski wajahmu tak lagi seperti hari ini.

Aku ingin menjadi tempat di mana lelahmu boleh pulang.
Tempat di mana air matamu tak perlu disembunyikan. Tempat di mana kau tak perlu berpura-pura kuat, karena di dekatku, kau cukup menjadi dirimu sendiri.

Jika suatu hari kau bertanya,
“Seberapa besar kau mencintaiku?” mungkin aku tak akan mampu menjawabnya dengan angka. Sebab bagaimana mungkin aku menghitung sesuatu yang tumbuh setiap kali melihatmu?

Aku hanya tahu,aku ingin mencintaimu selembut hujan menyentuh bumi, setulus doa menyentuh langit, dan sedalam laut menyimpan rahasianya.

Bila boleh memilih sebuah rumah, aku tak membutuhkan tempat yang megah. Cukup kedua tanganmu untuk kugenggam, bahumu untuk tempatku bersandar, dan hatimu untuk menjadi tempat aku menghabiskan sisa perjalanan.

Dan bila suatu malam kita duduk berdua di bawah langit penuh bintang, aku ingin menatapmu lebih lama daripada langit itu sendiri. Lalu dalam diam, aku akan bersyukur karena dari begitu banyak manusia di dunia, takdir mempertemukanku denganmu.

Pujaanku,
jika cinta adalah sebuah perjalanan, aku tak peduli seberapa jauh jalannya. Asalkan ujung perjalanan itu adalah kamu, aku akan tetap melangkah.

Sebab pada akhirnya, aku tak sedang mencari seseorang yang sempurna. Aku hanya mencari seseorang yang ingin tetap tinggal.

Dan jika orang itu adalah kamu,
maka izinkan aku mencintaimu
hari ini, esok, dan seterusnya
bukan sebagai cinta yang singgah, melainkan sebagai cinta yang akhirnya menemukan rumahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here