Nama: Yuni
Jurusan: Sistem Informasi
Wartawan LPM Qalamun
Ada nama yang sengaja dibiarkan menjadi rahasia,
ada doa yang tak pernah menemukan suara,
dan ada harapan yang perlahan belajar untuk tidak meminta apa-apa,
kecuali melihatmu baik-baik saja.
Mungkin pernah ada dua arah yang sempat terlihat menuju tempat yang sama,
sebelum waktu mengubah jaraknya.
Tak ada yang benar-benar salah,
hanya ada sesuatu yang akhirnya dipahami:
mungkin tidak semua yang terasa dekat ditakdirkan untuk menetap.
Maka, biarlah beberapa hal tetap menjadi samar dalam ingatan.
Tak perlu dijelaskan kepada siapa pun
mengapa sebuah hati pernah bertahan
pada sesuatu yang bahkan tidak pernah benar-benar menjadi miliknya.
Jika suatu hari kau menemukan tenang
di tempat yang tidak lagi mengenal langkah ini,
semoga tidak ada rasa bersalah yang tertinggal.
Sebab, pernah menjadi bagian kecil dari perjalananmu saja
sudah cukup untuk disyukuri.
Dan apabila jarak memang menjadi cara terbaik untuk menjaga,
biarlah ia tumbuh tanpa kebencian.
Ada perpisahan yang tidak membutuhkan air mata,
hanya dua orang yang perlahan mengerti
bahwa melepaskan pun bisa menjadi bentuk kepedulian.
Mungkin pada akhirnya
yang tersisa hanyalah jarak dan doa yang tak pernah sampai kepadamu.
Namun, dalam diam, masih ada satu hal yang ingin dipercayakan kepada Tuhan,
untuk menjauhkanmu dari segala hal yang tidak membuatmu bahagia,
dari segala yang membuatmu kehilangan tenang,
dan dari apa pun yang kelak membuatmu terluka,
“bahkan jika hal itu adalah aku.”







