Home OPINI Organisasi: Prioritas atau Hanya Menjadi Hambatan?

Organisasi: Prioritas atau Hanya Menjadi Hambatan?

154
0

Oleh: Fitri Amalia
Wartawan LPM Qalamun

Di era pendidikan tinggi saat ini, banyak mahasiswa merasa tertekan untuk bergabung dengan berbagai organisasi. Keanggotaan dalam organisasi sering dianggap sebagai tanda mahasiswa aktif dan berprestasi. Namun, pandangan ini perlu ditinjau kembali. Faktanya, bagi sebagian mahasiswa, organisasi justru bisa menjadi distraksi yang tidak perlu dan mengalihkan fokus dari tujuan utama mereka, yaitu pencapaian akademik.

Argumen utama yang sering digunakan adalah bahwa organisasi dapat melatih soft skills, seperti kepemimpinan, kerja sama tim, dan manajemen waktu. Memang benar, kemampuan tersebut penting. Namun, mahasiswa tidak hanya bisa mengasah soft skills melalui organisasi. Cara yang lebih efektif dan terarah, misalnya melalui program magang, proyek sukarela, atau kursus online yang relevan dengan bidang studi, dapat memberikan pengalaman yang langsung bisa diterapkan di dunia kerja.

Selain itu, bergabung dengan organisasi membutuhkan investasi waktu dan energi yang besar. Banyak mahasiswa terjebak dalam jadwal rapat yang padat, acara yang kurang substansial, dan drama internal yang menguras tenaga. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk belajar, mengembangkan hard skills, atau bahkan istirahat, justru habis di kegiatan yang tidak selalu memberikan manfaat jangka panjang. Akibatnya, prestasi akademik bisa menurun dan kesehatan mental terganggu karena kelelahan.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita menyadari bahwa kesuksesan mahasiswa tidak hanya diukur dari banyaknya organisasi yang mereka ikuti. Kualitas pengalaman jauh lebih penting daripada kuantitas keanggotaan. Fokus pada kegiatan yang benar-benar bermanfaat akan lebih membentuk individu yang kompeten, mandiri, dan matang secara profesional.

Alih-alih berlomba-lomba mengumpulkan daftar panjang keanggotaan organisasi, mahasiswa sebaiknya menata prioritas dengan bijak. Dengan pendekatan yang terencana dan strategis, mereka bisa memaksimalkan waktu, mengembangkan diri secara optimal, dan lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata setelah lulus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here