Oleh: Nisa Nurhidaya
Wartawan LPM Qalamun
Keyla termenung di dalam kamarnya sambil memikirkan apa yang harus dia katakan kepada kedua orang tuanya. Seminggu lagi dia akan melaksanakan ujian sekolah, sementara kepala sekolah mengatakan bahwa setiap siswa wajib melunasi semua pembayaran di sekolah sebelum ujian dimulai. Keyla takut jika harus memberi tahu orang tuanya tentang masalah ini. Namun, dia juga tidak memiliki pilihan lain selain itu. Akhirnya, dia memilih untuk tidur dan akan memberi tahu orang tuanya besok.
Keesokan harinya, Keyla berangkat ke sekolah setelah berpamitan dengan orang tuanya. Papa Keyla pun bersiap untuk berangkat kerja sekaligus mengantar Keyla ke sekolah. Setibanya di sekolah, Keyla langsung masuk ke dalam kelas dan duduk di bangkunya.
“Key, kamu sudah kasih tahu mama papa kamu?” tanya Fiony, sahabat Keyla.
“Belum, kalau kamu?” Keyla balik bertanya.
“Aku sudah kasih tahu sih kemarin. Papa bilang nanti dia yang urus,” kata Fiony.
“Aku takut kasih tahu mama sama papa, pasti mereka lagi nggak ada uang. Apalagi papa belum gajian,” kata Keyla sendu.
“Udah… mendingan kamu kasih tahu aja, siapa tau orang tua kamu bisa usahakan,” kata Fiony sambil mengelus bahu Keyla. “Ya udah deh, nanti aku coba,” kata Keyla sambil tersenyum.
Tidak lama bel masuk pun berbunyi. Semua siswa masuk ke dalam kelas masing-masing dan memulai pelajaran.
Kringg… kringg…
Waktu istirahat telah tiba, siswa-siswi berbondong-bondong ke kantin untuk mengisi perut mereka yang keroncongan. Begitu pula Keyla dan Fiony, yang langsung menuju ke stand makanan untuk memesan makanan lalu memakannya sambil sesekali bercerita.
Bel pulang pun berbunyi, semua siswa berjalan menuju gerbang sekolah. Ada yang mengambil kendaraannya di parkiran, ada juga yang berjalan kaki. Kini Keyla sudah sampai di rumah, masuk sambil mengucapkan salam. Dia yang tidak melihat ibunya di rumah langsung memasuki kamar, membersihkan diri, lalu mengistirahatkan dirinya. Dia pun langsung tertidur pulas karena sangat lelah setelah seharian beraktivitas di sekolah.
Malam pun tiba, terlihat Mama Keyla yang sedang membangunkan anaknya untuk makan malam. Keyla yang mendengar sang mama membangunkannya, bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu turun ke bawah untuk makan malam. Setelah makan malam, Keyla dan kedua orang tuanya berkumpul di ruang tamu sambil berbincang-bincang, baik mengenai pekerjaan ayahnya maupun tentang sekolah Keyla.
“Gimana sekolahmu, Keyla?” tanya Papa Keyla.
“Baik kok, Pa,” kata Keyla.
“Mama dengar-dengar kamu nggak lama lagi ujian, ya?” Mama Keyla bertanya.
“Ah… iya, Ma,” kata Keyla sambil tersenyum menatap mamanya.
“Oh iya, Ma, Pa… hmm, kata kepala sekolah sebelum ujian semua pembayaran sudah harus dilunasi,” kata Keyla sambil menatap kedua orang tuanya secara bergantian. Kedua orang tua Keyla pun seketika terdiam, membuat Keyla menundukkan kepalanya.
“Kepala sekolah bilang… kalau nggak dilunasi, aku nggak bisa ikut ujian lanjut, Keyla,” kata Keyla.
“Emang kamu ujiannya kapan?” tanya Papa Keyla.
“Minggu depan,” jawab Keyla.
“Nanti kita usahain ya, kamu fokus belajar aja, nggak usah dipikirin,” kata Mama sambil mengusap kepala sang anak.
“Makasih ya, Pa, Mah,” ucap Keyla tersenyum.
“Iya, sama-sama. Kamu tenang aja, okee,” kata Papa Keyla menatap anaknya.
“Yaudah, aku ke kamar dulu ya. Selamat malam, Mama, Papa,” kata Keyla lalu menuju kamarnya untuk tidur.
Keesokan harinya, wali kelas membacakan: “Baik anak-anak, ibu akan membacakan nama-nama yang belum melunasi pembayarannya. Yang pertama ada Aulia, kemudian Syifa, Gilang, Danu, dan yang terakhir Keyla. Jadi anak-anak, kapan kalian akan melunasi pembayarannya?”
“Bu, kata mama saya besok dia mau ke sekolah untuk membayar,” kata Aulia.
“Saya juga, Bu. Katanya nanti besok,” kata Danu.
“Kalo saya, katanya sih hari ini, Bu, bareng mamanya Syifa,” kata Gilang yang diangguki Syifa.
“Saya nggak tahu, Bu, kapan papa saya akan membayar,” kata Keyla sambil menunduk.
“Ya udah, nanti diingatkan kembali ya orang tuanya,” kata ibu guru.
“Iya, Bu,” kata Keyla dan teman-temannya.
Sesampainya di rumah, Keyla langsung masuk, membersihkan diri, lalu tertidur. Setelah makan malam, Mama Keyla mengatakan bahwa ia akan ke sekolah besok untuk melunasi pembayaran Keyla. Katanya, Papa Keyla sudah gajian tadi, jadi bisa dipakai untuk melunasi pembayaran. Entah karena apa Papa bisa gajian lebih cepat dari biasanya. Akhirnya, Keyla tidak gelisah lagi soal pembayaran. Dia bisa mengikuti ujian dengan sangat tenang.







