Oleh: Mohammad Faiq Azis
Wartawan LPM Qalamun
Di persimpangan jalan aku berdiri,
dengan pikiran muda yang mudah goyah.
Kupilih arah tanpa banyak pertimbangan,
hanya mengikuti angin yang berhembus di kepala.
Kini kutatap jalan yang kutempuh,
rasa ragu kerap menghantui:
apakah ini benar jalanku,
atau sekadar langkah keliru dari jiwa yang belum matang?
Namun aku percaya,
tak ada langkah yang benar-benar sia-sia.
Meski salah, meski tertatih,
selalu ada hikmah yang Allah sisipkan.
Aku berharap, di balik setiap pilihan ini,
tersimpan kebaikan yang menunggu,
cahaya yang perlahan menyapa,
dan alasan mengapa hatiku dituntun ke arah ini.
Biarlah perjalanan ini mengajarkan—
tentang sabar, tentang makna usaha,
tentang merajut niat yang lebih tulus,
hingga akhirnya kutemukan tujuan sejati.







