PALU, LPMQALAMUN.com – Hannah Asa Indonesia menggelar Bootcamp Batch 112 Edukasi Keuangan Inklusif bagi warga binaan perempuan di Lapas Perempuan, pada Kamis (01/10/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Stronger Future”, program ini diikuti oleh 46 peserta dan didampingi oleh dua junior trainer, yaitu Nina Rezkia dan Rahmatillah.
Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, S.T., CFP., menjelaskan bahwa pada Batch 112 ini tidak hanya berbicara tentang kesiapan finansial untuk menghadapi masa depan.
Dalam pelaksanaannya, ia mengatakan edukasi diarahkan pada kebutuhan yang akan dihadapi peserta saat kembali ke masyarakat, mulai dari tempat tinggal, kebutuhan anak dan keluarga, hingga risiko penipuan serta jeratan utang.
“Bagi kami, inklusif berarti tidak membuat semua orang belajar dengan cara yang sama, tetapi memastikan setiap orang mendapatkan kesempatan belajar dengan cara yang relevan dengan kehidupannya,” katanya.
Selain itu, metode pembelajaran disusun secara praktis berdasarkan realitas peserta menggunakan contoh angka kecil dan bahasa yang sederhana.
Modul pelatihan bahkan menghadirkan sosok rekaan “Bu Sari”—seorang ibu dua anak yang sedang menjalani pidana—sehingga peserta dapat membayangkan dan menerapkan simulasi pengelolaan uang secara langsung.
Kemudian, peserta diajarkan membagi keuangan untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan hari bebas, serta dibekali pemahaman mengenali modus pinjaman online ilegal.
Tak hanya itu, mereka juga diajak menghitung harga pokok dan potensi keuntungan dari keterampilan yang bisa dijadikan usaha kecil.
Mardiyah menyebut bahwa program ini menargetkan setiap warga binaan pulang membawa rencana keuangan yang konkret, seperti catatan kas, target dana cadangan, hingga rancangan usaha dan rencana aksi untuk tiga bulan pertama pascabebas.
Untuk menjaga keberlanjutan, ia mengatakan peserta harus didorong untuk tetap terhubung dengan keluarga, petugas pembimbing, serta lembaga pelatihan kerja setempat.
“Stronger Future bagi kami adalah ketika seseorang tidak hanya punya harapan untuk memulai kembali, tetapi juga punya bekal untuk menjalaninya,” tutupnya.
wartawan: Dabria, Gesa, Hanenda, Noeraskari







